Breaking News
  • Defisit Lebih Rendah Dari Proyeksi APBN-P 2017
  • Menkeu: investasi tumbuh karena kepercayaan pelaku usaha
  • Penerimaan Bea Cukai hingga November Rp130,1 triliun
  • Presiden Jokowi setuju pendiri HMI jadi Pahlawan Nasional

REGIONAL Sultan HB X Jadikan Pantai Selatan Kekuatan Baru DIY 11 Oct 2017 14:37

Article image
Presiden Jokowi memberi ucapan selamat pada Sultan Hamengku Buwono X usai pelantikan di Istana, Selasa (10/10/2017). (Foto: Setkab.go.id)
Gubernur DIY itu mengatakan, pihaknya tidak sekadar membangun fasilitas penyandaran kapal, dan pengadaan kapal. Dia juga mendidik masyarakat DIY agar mencintai maritim.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co - Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X mengatakan akan memprioritaskan Samudera Indonesia, atau Samudera Hindia menjadi kekuatan baru Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini dilakukan karena menurutnya DIY relatif kecil, dan tanahnya juga sangat terbatas.

“Tidak mungkin lagi kita bicara sektor tanaman menjadi kekuatan baru. Sehingga kami mencoba Pantai Selatan itu bisa menjadi kekuatan baru. Jadi sesuai dengan strategi maritim kita harapkan pengembangan bahari,” kata Sultan HB X kepada wartawan usai pelantikan dirinya sebagai Gubernur DIY bersama KGPAA Paku Alam X sebagai Wakil Gubernur DIY periode 2017-2022 oleh Presiden Joko Widodo, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/10) sore.

Untuk membangun Pantai Selatan, Gubernur DIY itu mengatakan, pihaknya tidak sekadar membangun fasilitas penyandaran kapal, dan pengadaan kapal. Dia juga mendidik masyarakat DIY agar mencintai maritim. Pasalnya, Indonesia disatukan lautan.

“Jadi budaya maritim itu yang selama ini sudah ada sebagai dasar filosofi atau budaya masyarakat di Jawa itu saya kira itu perlu dibangkitkan kembali, dihidupkan kembali, bisa menjadi kekuatan baru. Masyarakat yang egaliter itu seperti itu,” tutur Sultan HB X seperti dikutip Setkab.go.id.

Sri Sultan HB X menegaskan, untuk menghidupkan kembali budaya maritim tidak hanya dilakukan melalui pendidikan. Dia mengingatkan bahwa masyarakat Jawa bersifat egaliter, karena memang merupakan masyarakat maritim. Masyarakat egaliter tidak pernah mempertanyakan asal, usul, dan agamanya.

Sultan mengatakan, masyarakat kita sejatinya memiliki budaya maritim dan egaliter. Hal inilah yang didorong pemerintah saat ini melalui program Poros Maritim.

“Gitu ya, menghargai etnik apapun, agama apapun, tanpa mempertanyakan, membedakan sesuatu. Karena sepakatnya memang dari awal yang berbeda-beda menyatakan diri  satu. Jadi sebetulnya dengan kondisi budaya setempat sudah tune-in sebetulnya,” ujar Sultan HB X.

 

 

--- Very Herdiman

Komentar