Breaking News

LINGKUNGAN HIDUP Surabaya Sabet Penghargaan ‘The Guangzhou International Award 2018’ 09 Dec 2018 02:51

Article image
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat menerima penghargaan Online Popular City award from @GuangzhouAward 2018. (Foto: Twitter @Guangzhou Award)
Menurut Guanzhou International Award, kota Surabaya dinilai berpartisipasi dalam pengelolaan 3R (Reduce, Reuse, Recycle), mensosialisasikan daur ulang dari tingkat rumah tangga, hingga mendorong warga untuk melakukan urban farming.

SURABAYA, IndonesiaSatu.co-- Kota Surabaya resmi meraih penghargaan kota terpopuler secara online dalam ajang The Guangzhou International Award 2018 yang digelar di Guangzhou, China.

Kemenangan tersebut dipastikan melalui hasil voting di situs The Guangzhou International Award 2018 yang berakhir pada Jumat (7/12/18) pukul 15.00 WIB.

Dengan penghargaan ini, kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur sukses menyisihkan saingan 30 kota terbaik di dunia.

Sebelumnya, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini sempat menjadi viral di media sosial melalui video blog atau vlog yang dibuatnya untuk masyarakat Surabaya.

Dalam video tersebut, Risma meminta dukungan kepada masyarakat Kota Surabaya untuk mendukung Surabaya menjadi finalis ajang The Guangzhou International Award for Urban Innovation 2018.

"Ayo teman-teman Surabaya bantu kota Surabaya dengan cara vote kota Surabaya. Memilih surabaya boleh satu akun bisa berkali-kali, tiap satu jam. Mohon dibantu ya, juga dibantu doa supaya aku bisa berprestasi dengan baik karena menghadapi 400 juri nggak gampang," isi video Risma di akun @aslisuroboyo seperti dilansir Tribunjatim.com.

Pada kompetisi tersebut, Tri Rismaharini mengenalkan inovasi Kota Surabaya dalam mengolah limbah plastik.

Warga Surabaya diperkenankan memanfaatkan Suroboyo Bus hanya dengan membayar botol maupun gelas plastik dengan jumlah yang sudah disesuaikan. Sistem ini dinilai mempermudah kota dalam mengatur maupun mengolah sirkulasi limbah plastik di Surabaya.

Diberitakan, menurut Guanzhou International Award, kota Surabaya dinilai berpartisipasi dalam pengelolaan 3R (Reduce, Reuse, Recycle), mensosialisasikan daur ulang dari tingkat rumah tangga, hingga mendorong warga untuk melakukan urban farming.

--- Guche Montero

Komentar