Breaking News
  • Defisit Lebih Rendah Dari Proyeksi APBN-P 2017
  • Menkeu: investasi tumbuh karena kepercayaan pelaku usaha
  • Penerimaan Bea Cukai hingga November Rp130,1 triliun
  • Presiden Jokowi setuju pendiri HMI jadi Pahlawan Nasional

POLITIK Survei: Elektabilitas PDIP Tertinggi Dibanding Partai Lainnya 12 Sep 2017 14:29

Article image
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (Foto: Ist)
PDIP memiliki elektabilitas 35,1 %, naik tipis dari dua tahun sebelumnya yakni 32 % (2015) dan 34,6 % (2016).

JAKARTA, IndonesiaSatu.coPartai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menempati elektabilitas tertinggi dibanding partai-partai lainnya jelang pilpres 2019.

Demikian salah satu kesimpulan survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS) yang dilakukan pada 23-30 Agustus 2017, sebagaimana diterima IndonesiaSatu.co, Selasa (12/9/2017).

PDIP memiliki elektabilitas 35,1 %, naik tipis dari dua tahun sebelumnya yakni 32 % (2015) dan 34,6 % (2016). Urutan kedua ditempati Partai Gerindra 14,2 %. Sebelumnya Gerindra memperoleh elektabilitas 14,3 % (2016) dan 17,3 % (2015). Golkar yang berada di peringkat ketiga mengalami penurunan cukup signifikan yakni dari 14,1 % (2016) ke (10,9) persen.

Adapun elektabilitas partai-partai lainnya secara berturut-turut pada 2017 adalah Demokrat 6,4 %, PKB 4,6 %, Nasdem 3,8 %, PKS 3,6 %, PAN 2,9 %, PPP 2,3 %, Perindo 2,2 %, Hanura 1,5 %, PBB 0,3 %.

Selain itu, di bagian pengumpulan pendapat tentang peluang partai-partai dalam Pemilu 2019 dan Kinerja DPR, CSIS juga mencatat Golkar dan PDIP dalam posisi sebagai dua partai politik yang paling dikenal, Partai Demokrat di posisi ke-3 dengan angka masing-masing yaitu Golkar ( 95,2%), PDIP (94,3%), Demokrat (92,8%).

PDIP berada di posisi pertama sebagai partai paling disukai dengan raihan 70,7%,  Demokrat ada di posisi kedua sebagai parpol yang disukai (68,9%), disusul Gerindra (68,4%) dan Golkar (67,4%).

Survei juga menemukan sebanyak 44,2% responden menempatkan lemahnya kepercayaan masyarakat pada parpol sebagai masalah utama terbesar parpol saat ini. Berikutnya adalah kepemimpinan parpol yang bermasalah (21,2%), jenjang karier kader yang tidak terencana dengan baik (11,1%), demokrasi internal parpol yang tidak berjalan dengan baik (9,8%), dan menguatnya politik dinasti di sejumlah parpol (7,2%).

Riset CSIS melibatkan 1.000 orang responden yang tersebar di 34 provinsi Indonesia pada 23-30 Agustus 2017. Riset dalam bentuk wawancara tatap muka menggunakan kuesioner terstruktur. Margin of error survei ini sebesar +/-3,1% pada tingkat kepercayaan 95%. 

--- Redem Kono

Komentar