Breaking News
  • Kapolda resmikan Bhayangkara Papua Football Academy
  • Kemen-PUPR tingkatkan kapasitas pekerja konstruksi dengan sertifikasi
  • Presiden Jokowi bersarung "blusukan" ke Mal Mataram
  • Pusat Konservasi Elang Kamojang lestarikan populasi elang jawaPusat
  • Wamen ESDM kaji FSRU penuhi pasokan gas

NASIONAL Indikator Politik: Mayoritas Masyakat Tolak Persepsi Jokowi Musuh Ulama dan Musuh Islam 12 Oct 2017 04:20

Article image
Presiden Jokowi bersilaturahmi ke para ulama di Madura. (Foto: Humas Setpres)
67 Persen responden mengatakan Presiden Jokowi membela Islam dan hanya 6 persen yang mengatakan Presiden Jokowi anti-Islam.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Mayoritas masyarakat Indonesia menolak persepsi terkait apakah Presiden Joko Widodo (Jokowi) memusuhi ulama

Demikian salah satu kesimpulan survei Indikator Politik Indonesia yang dirilis di Jalan Cikini V, Jakarta Pusat, Rabu (11/10/2017).

Survei Indikator Politik Indonesia ini dilaksanakan pada 17-24 September 2017 dengan metode multistage random sampling dengan responden sebanyak 1.220 orang. Margin error survei ini +/- 2,9 % dengan tingkat kepercayaan 95 %. Respon yang terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.

Menurut Indikator Politik, pertanyaan pertama yang diajukan adalah apakah Jokowi seorang yang anti Islam atau membela Islam? 67 Persen responden mengatakan Presiden Jokowi membela Islam dan hanya 6 persen yang mengatakan Presiden Jokowi antiIslam. Sisanya, 27 persen masyarakat memilih jawaban tidak tahu atau tidak menjawab.

Indikator Politik juga bertanya apakah Jokowi dianggap memusuhi ulama? 66 Persen masyarakat menjawab tidak setuju pandangan itu, 9 persen menjawab sangat tidak setuju. Hanya 9 persen yang menjawab setuju dan 0 persen menjawab sangat setuju.

"20 Persen responden menjawab tidak tahu atau tidak menjawab," ungkap Direktur Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi.

"Bisa dikatakan, angka ini sangat rendah jika dibandingkan dengan maraknya anggapan itu di media sosial," tambahnya.

Menurut Muhtadi, jika publik menganggap Jokowi memusuhi ulama, terlebih dianggap anti Islam, maka dukungan politik Jokowi sangat rendah.

Sementara itu terkait isu Partai Komunis Indonesia (PKI), sebanyak 57 persen warga menolak anggapan bawah Jokowi melindungi kelompok PKI. Hanya 7 persen yang menyatakan setuju dan 7 persen lainnya menjawab sangat tidal setuju tentang pandangan itu.

Bahkan, 52 persen responden menyebut isu PKI bangkit hanya dihembuskan dan dibesar-besarkan oleh kelompok tertentu untuk menyerang pemerintahan Jokowi. Hanya 13 persen yang menganggap saat ini terjadi kebangkitan PKI di tanah air.

"Jika publik menganggap bahwa PKI saat ini sedang bangkit dan Jokowi dianggap melindungi kelompok komunis, maka dukungan kepada Jokowi sangat tertekan," pungkasnya.

--- Redem Kono

Komentar