Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

POLITIK Survei: PDIP 26,5, Gerindra 13,4, Golkar 11,3 19 Feb 2018 07:22

Article image
Direktur Eksekutif Poltracking, Hanta Yuda AR. (Foto: Ist)
PDIP dinilainya diuntungkan oleh asosiasi kuat terhadap Joko Widodo, Presiden yang bakal maju capres pada Pilpres 2019.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Mayoritas responden memilih PDIP bila Pemilu Legislatif digelar saat ini. PDIP berpotensi kuat menjadi pemenang Pemilu 2019.

Demikian salah satu hasil survei bertajuk 'Proyeksi Skenario Peta Koalisi Pilpres 2019' yang dirilis Poltracking Indonesia di Hotel Sari Pan Pacific, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (18/1/2018).

PDIP memperoleh 26,5%, disusul di nomor dua ada Partai Gerindra 13,4% dan Partai Golkar dengan raihan 11,3% di urutan ketiga.

"PDIP dalam hal ini berpotensi kuat menjadi pemenang Pemilu 2019," kata Direktur Eksekutif Poltracking, Hanta Yuda AR, dalam paparan survei.

PDIP dinilainya diuntungkan oleh asosiasi kuat terhadap Joko Widodo, Presiden yang bakal maju capres pada Pilpres 2019. Ada juga 'coattial effect' yakni tergiringnya pemilih capres terkuat untuk memilih partai pendukungnya. Apalagi Pileg dan Pilpres digelar serentak.

Partai Demokrat meraup 6,6% dan PKB mendapat 6%. Namun selisih perolehan suara (responden) partai-partai itu masih di bawah margin of error survei ini, yakni 2,83%.

"Hasil survei ini menunjukkan partai-partai yang tidak lolos parliamentary threshold sebesar 4% masih sulit diprediksi. Karena, selain 'undecided voters' 15%, dinamika elektoral pencapresan dan isu politik satu tahun ke depan sangat berpengaruh pada naik turunnya suara partai," kata Hanta.

53,2% Responden menyatakan masih mungkin mengubah pilihan politiknya, baik soal partai maupun capres dan cawapres. 

Di urutan menengah ke bawah, ada PKS (4,6%), PAN (3,6%), Partai NasDem (3,3%), PPP (2,7%), Partai Hanura (2,3%), Perindo (2,1%), PSI (2,1%), PBB (0,5%), PKPI (0,3%), lainnya (0,2%), tidak tahu/tidak menjawab (15,2%). 

Survei menggunakan 1.200 responden di 34 provinsi, dilakukan pada 27 Januari sampai 3 Februari 2018, menggunakan metode stratified multistage random sampling. Margin of error survei ini sebesar kurang lebih 2,83%.

--- Redem Kono

Komentar