Breaking News

POLITIK Survei Litbang ”Kompas”: PDI Perjuangan 26,9 Persen 21 Mar 2019 14:09

Article image
Suasana kampanye Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. (Foto: Fakta News)
Wahyu menyebut tingginya elektabilitas PDI Perjuangan disebabkan efek ekor jas dari sosok capres yang selama ini melekat dengan parpol itu, yaitu Joko Widodo.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co — Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 tampaknya akan menjadi arena bagi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan. Pada Pemilu 2019 ini, PDI Perjuangan bakal mengulangi kemenangan yang pernah diraihnya pada Pemilu 1999 lalu.

Kemanangan PDI Perjuangan ini terlihat dari berbagai survei. Menurut survei terakhir yang dilakukan Litbang Kompas 22 Februari - 5 Maret 2019, elektabilitas PDI Perjuangan paling tinggi ketimbang partai politik peserta pemilu lainnya. PDI-P sebagai partai pemenang Pemilu 2014 dipilih oleh 26,9 persen responden.

"Jika dalam satu bulan ke depan potensi elektabilitas ini tidak ada perubahan, boleh jadi PDI-P akan mencatatkan diri sebagai parpol pertama yang bisa memenangi pemilu untuk kedua kali berturut-turut sejak era reformasi ini," tulis peneliti Litbang Kompas, Yohan Wahyu, dikutip dari Kompas.com, Kamis (21/3/2019).

Kendati demikian, peluang PDI Perjuangan menjadi juara bertahan akan tetap dibayangi oleh parpol lain.

Wahyu menyebut tingginya elektabilitas PDI Perjuangan disebabkan efek ekor jas dari sosok capres yang selama ini melekat dengan parpol itu, yaitu Joko Widodo.

"Parpol yang tidak seberuntung PDI Perjuangan harus berpikir keras untuk mendapatkan insentif elektoral di pileg saat mendukung pasangan calon di pilpres," kata Wahyu.

Parpol peserta pemilu lainnya memang mendapatkan elektabilitas yang jauh berada di bawah PDI Perjuangan dan Gerindra. Partai Golkar yang berada di peringkat ketiga, misalnya, hanya dipilih oleh 9,4 persen responden menyusul di bawahnya yakni PKB dengan 6,8 persen, Demokrat 4,6 persen, PKS 4,5 persen, PAN 2,9 persen, PPP 2,7 persen, dan Nasdem 2,6 persen.

Sisanya adalah parpol-parpol yang terancam tak lolos ambang batas parlemen.

Meski sudah ditambah dengan margin of error 2,2 persen, suara mereka tak cukup untuk melewati ambang batas parlemen sebesar 4 persen.

Di kategori ini ada Hanura 0,9 persen, PBB 0,4 persen, PKPI 0,2 persen, serta empat partai politik pendatang baru, yakni Perindo 1,5 persen, PSI 0,9 persen, Berkarya 0,5 persen, dan Garuda 0,2 persen.

Survei Litbang Kompas menggunakann metode pengumpulan data lewat wawancara tatap muka pada 22 Februari-5 Maret 2019 terhadap 2.000 responden.

Responden dipilih secara acak sederhana dengan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi di Indonesia.

Tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error penelitian ini sebesar +/- 2,2 persen dengan kondisi penarikan sampel acak sederhana.

--- Simon Leya

Komentar