Breaking News

POLITIK Survei LSI: PKS, PAN, Nasdem, dan PPP Terancam Tidak Lolos ke Senayan 09 Jan 2019 13:26

Article image
Ilustrasi logo yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN). (Foto: Redaksi Indonesia)
Hanura, PBB dan PKPI, meski merupakan partai lama, namun sulit meningkatkan elektabilitas karena tidak mempunyai gagasan besar yang ditawarkan ke publik.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA kembali merilis hasil surveinya. Dalam hasil survei terbaru yang dilansir per Desember 2018 memperlihatkan beberapa partai yang selama ini aksis dipastikan tidak memenuhi ambang batas parlemen atau parliamentary threshold sebesar empat persen.

Sementara itu, empat partai yang selama ini boleh dikatakan masuk kategori papan tengah ternyata berada posisi tidak aman karena ambang batasnya di bawah 4%. Empat partai itu yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Partai lama yang dipastikan hilang dari peredaran di antaranya Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Bulang Bintang (PBB), dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Senasib dengan tiga partai tersebut, aka nada tiga partai baru yang mati sebelum berkembang. Tiga partai baru itu yakni Partai Garuda, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dan Partai Berkarya.

 

Berikut ini enam parpol yang terancam tak lolos ke DPR periode 2019-2024.

Hanura             : 0,6 persen

PBB                 : 0,2 persen

Garuda             : 0,2 persen

PSI                   : 0,1 persen

Berkarya          : 0,1 persen

PKPI                : 0,1 persen.

Meski ditambah dengan angka margin of error Survei ini sebesar 2,9 persen, keenam partai tersebut tetap tidak memenuhi ambang batas untuk lolos ke DPR sebesar 4 persen.

Peneliti LSI Ardian Sopa mengatakan, posisi PSI, Berkarya dan Garuda sebagai parpol baru membuat mereka sulit untuk bersaing dengan partai lama. Sementara Hanura, PBB dan PKPI, meski merupakan partai lama, namun sulit meningkatkan elektabilitas karena tidak mempunyai gagasan besar yang ditawarkan ke publik.

"Ketiga partai ini adalah partai lama, namun tak ada gagasan atau terobosan kampanye yang terdengar masif di publik selama 5 bulan terakhir," kata Ardian saat merilis hasil surveinya di Kantor LSI, Jakarta, Selasa (8/1/2019).

Sementara itu, lima partai lain yang belum sepenuhnya aman untuk lolos ke Senayan, yakni:

PKS                 : 3,3 persen

PPP                 : 3 persen

Nasdem           : 2,8 persen

PAN                 : 1,8 persen

Perindo            : 1,9 persen

 

Elektabilitas kelima partai berdasarkan hasil survei memang masih di bawah ambang batas 4 persen. Namun, jika ditambah dengan margin of error 2,9 persen, maka kelimanya bisa melampaui ambang batas.

Ardian Sopa menilai, dari keempat partai tersebut, Nasdem dan Perindo diuntungkan karena mempunyai jaringan media massa. Tingkat popularitas ketua umum kedua partai itu juga relatif tinggi. Sementara PKS juga masih bisa mengandalkan barisan kader dan relawannya yang militan. "Sementara PPP dan PAN perlu mencari faktor pendongkrak suara jika ingin memastikan aman lolos ke Parlemen," kata Ardian seperti dikutip dari Kompas.com.

Survei LSI ini dilakukan dengan metode multistage random sampling. Jumlah responden sebesar 1200 orang. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner. Sementara margin of error survei plus minus 2,9 persen.

--- Simon Leya

Komentar