Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

POLITIK Jelang Pilpres 2019, Survei Poltracking: Jokowi 45,4, Prabowo 19,8 19 Feb 2018 06:00

Article image
Presiden RI Joko Widodo dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto. (Foto: Ist)
Berdasarkan survei terbuka terhadap 1200 responden pada 27 Januari-3 Februari 2018 tersebut, Jokowi memiliki elektabilitas 45,4 persen. Sementara elektabilitas Prabowo Subianto adalah 19,8 persen.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Joko Widodo dan Prabowo Subianto memiliki elektabilitas tertinggi sebagai capres jelang Pilpres 2019. 

Demikian salah satu kesimpulan dari survei yang dilakukan Poltracking Indonesia terkait peta elektoral kandidat calon presiden (capres) di Pilpres 2019.

"Capres paling kuat sampai sekarang hanya Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Di luar nama itu belum ada potensi untuk menjadi Capres kuat," kata Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yudha saat merilis hasil survei tersebut di Jakarta, pada Minggu (18/2/2018) sebagaimana dilansir Tirto.id

Berdasarkan survei terbuka terhadap 1200 responden pada 27 Januari-3 Februari 2018 tersebut, Jokowi memiliki elektabilitas 45,4 persen. Sementara elektabilitas Prabowo Subianto adalah 19,8 persen. 

Tiga nama Capres lain dengan elektabilitas tertinggi memiliki poin tak sampai 1 persen. Ketiganya adalah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan elektabilitas 0,8 persen, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 0,6 persen dan Calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil 0,6 persen. 

Enam kandidat Capres lain juga hanya memiliki elektabilitas maksimal 0,5 persen. Mereka adalah Jusuf Kalla (0,5 persen), Khofifah Indar Parawansa (0,4 persen), Hary Tanoesoedibjo (0,3 persen), Gatot Nurmantyo (0,3 persen), Susi Pudjiastuti (0,2 persen) dan Chaerul Tanjung (0,2 persen).

Hasil survei Poltracking dengan skema simulasi menyeleksi kelayakan 30 kandidat juga menyimpulkan Jokowi sebagai capres terkuat dengan elektabilitas 51,1 persen. Sementara elektabilitas Prabowo 26,1 persen. 

Lima kandidat capres lainnya, yang menempati posisi teratas setelah Jokowi dan Prabowo, hanya memiliki elektabilitas tak sampai 2 persen. Mereka adalah AHY dengan elektabilitas 1,5 persen, Jusuf Kalla 1,3 persen, Gatot Nurmantyo 1,3 persen, Anies 1,2 persen dan Ridwan Kamil 0,8 persen.

Hasil tak jauh berbeda juga muncul dalam survei dengan skema menyeleksi 20 kandidat capres maupun 15, 10 hingga 5 nama saja. Elektabilitas Jokowi dan Prabowo sebagai capres tetap tertinggi. Perubahan skema seleksi itu hanya membuat perubahan pada posisi Anies, Gatot, AHY dan Jusuf Kalla.

Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yuda mengatakan, perolehan dukungan yang didapat Jokowi jauh di atas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Jika pilpres diadakan saat survei (simulasi lima kandidat Presiden) Joko Widodo memperoleh 55,9 persen mengalahkan Prabowo Subianto yang memperoleh 29,9 persen," jelasnya dalam paparan hasil survei bertajuk 'Peta Elektoral Kandidat dan Prediksi Poros Koalisi Pilpres 2019' di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Minggu (18/2).

"Jadi hanya ada dua capres kuat. Yang lainnya di bawah 3 persen untuk Capres," kata Hanta.

Survei Poltracking tersebut dilakukan dengan cara stratified multistage random sampling, yakni pemilihan responden berdasarkan provinsi dengan total responden mencapai 1200 orang. Hasil riset diprediksi memiliki margin of error mencapai 2,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. 

--- Redem Kono

Komentar