Breaking News

INVESTASI Survey HSBC: Baru 30 Persen Orang Indonesia Sadar Investasi 12 Feb 2019 16:52

Article image
Ilustrasi aktivitas investor pasar modal. (Foto: ist)
Penelitian HSBC menunjukkan masih banyak orang Indonesia yang ingin memiliki kehidupan pensiun yang nyaman namun belum memiliki perencanaan keuangan yang mapan. Beberapa di antaranya bahkan mengharapkan uang yang bersumber dari anak.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Survey HSBC yang bertajuk Future of Retirement Bridging the Gap menunjukkan 68 peren responden yang menginginkan masa tua yang nyaman, sementara hanya 30 persen yang telah sadar dan tergerak untuk mulai berinvestasi untuk masa pensiun.

Berdasarkan hasil survey, sebanyak 86 persen khawatir akan dapat hidup dengan nyaman dan mandiri secara finansial, 83persen khawatir akan meningkatnya kebutuhan biaya kesehatan, dan 77 persen khawatir akan kehabisan dana pensiun.

Head of Wealth Management PT Bank HSBC Indonesia Steven Suryana mengatakan, masa pensiun merupakan saat seseorang idealnya menikmati masa istirahat bersama keluarga setelah bertahun-tahun bekerja, namun hal ini harus direncanakan dengan matang sedari dini.

"Sayangnya kesadaran ini biasanya timbul saat sudah mendekati amsa pensiun,"kata Steven di On Three, Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Dirinya menambahkan, meskipun telah memiliki penghasilan tetap, sebanyak sembilan dari 10 orang menyatakan kekhawatiran mereka terhadap biaya di masa pensiun. Oleh karena itu, lanjutnya, survei ini menunjukkan bahwa 2/3 responden usia kerja menyatakan akan tetap lanjut bekerja setalah pensiun.

Untuk pekerjaan setelah pensiun, 54 persen dari responden ingin memulai berwirausaha saat pensiun, sedangkan sisanya memilih untuk mengandalkan kebutuhan sehari-hari dari hasil tabungan sebanyak 29 persen, kembali mencari pekerjaan 25 persen, serta membangun kos-kosan atau menyewakan rumah 19 persen.

"Yang juga mengkhawatirkan adalah lebih dari 3/4 responden usia kerja mengharapkan anaknya akan membantu mereka di masa pensiun, sedangkan kenyataannya saat ini hanya kurang dari 1/3 responden usia pensiun menerima bantuan dari anaknya," lanjutnya.

Sementara itu, beberapa sumber dana lain yang diharapkan menopang masa pensiun seperti tunjangan dari tempat kerja, atau tabungan akan semakin berkurang seiring dengan bertambah tua usia.

Steven juga menjelaskan pentingnya untuk kita mem-visualisasikan masa pensiun kelak sejak sekarang. Dengan memiliki visi masa pensiun yang jelas, bersama mitra keuangan yang tepat, persiapan pensiun dapat dilakukan dengan efektif, menggunakan beragam instrumen yang sesuai dengan profil risiko yang kita miliki.

"Kesadaran akan kebutuhan realistis di hari tua dapat memulai percakapan yang penting untuk perencanaan pensiun. Yang pasti, semakin dini kita mempersiapkan diri, semakin bisa kita mewujudkan mimpi menjadi crazy rich retiree di Indonesia," kata Steven.

Future of Retirement merupakan studi yang dilaksanakan oleh HSBC global terhadap 17.405 orang di 16 negara. Di Indonesia, survei ini direspon oleh 1.050 responden yang terdiri dari mereka yang usia produktif dan pensiun.

--- Sandy Romualdus

Komentar