Breaking News

HUKUM Susana Sarumaha: Perempuan Punya Andil Besar dalam Pemberantasan Korupsi 21 Apr 2018 16:52

Article image
Kepala Bagian Humas Dharma Wanita Persatuan Pusat Susana Suryani Sarumaha. (Foto: Ist)
Susana mengajak kaum perempuan untuk melibatkan diri dalam pencegahan dan atau pemberantasan korupsi. Secara pribadi ia mencontohkan keterrlibatannya dalam komunitas “Saya Perempuan Anti Korupsi” (SPAK).

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Perempuan memiliki andil yang cukup besar dalam pemberantasan korupsi. Peranannya yang cukup strategis pada lingkup keluarga, lingkup kerja dan komunitas.

Hal ini disampaikan Kepala Bagian Humas Dharma Wanita Persatuan Pusat Susana Suryani Sarumaha ketika menjadi pembicara dalam Seminar bertajuk “Peran perempuan dalam memerangi korupsi” yang dirangkaikan dengan “Festival Budaya Nusantara” pada Jumat, (20/4/2018) bertempat di Auditorium Kampus IBM-ASMI, Jl. Pacuan Kuda No. 1-5, Pulomas, Jakarta Pusat.

Menurut Susana, peran perempuan ini tentunya juga tidak lepas dari peran laki-laki mau ikut andil dan aktif atau tidak dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi

“Karena baik laki-laki maupun perempuan juga bisa terlibat dalam korupsi,” ujarnya.

Susana mengajak kaum perempuan untuk melibatkan diri dalam pencegahan dan atau pemberantasan korupsi. Secara pribadi ia mencontohkan keterrlibatannya dalam komunitas “Saya Perempuan Anti Korupsi” (SPAK).

SPAK adalah sebuah gerakan moral yang lahir dari keprihatinan atas survey yang dilakukan oleh KPK pada tahun 2011-2012 di Yogya dan Solo yang menyajikan fakta bahwa hanya 4% orang tua yang mengajarkan kejujuran terhadap anaknya.

“Kementerian Agama menjadi Pioneer, yaitu Kementrian yang pertama kali melibatkan Darmawanitanya menjadi Agen-agen SPAK dan Kementerian yang membuka pintunya lebar-lebar terhadap gerakan SPAK ini,” ungkap Susan yang juga Waketum VOX POINT INDONESIA itu.  

Namun, gerakan ini bersifat pencegahan bukan penindakan. Oleh karenanya, para perempuan di Kementerian Agama yang tergabung dalam gerakan SPAK Kemenag berkomitmen untuk melakukan perubahan dimulai dari diri sendiri untuk taat terhadap segala peraturan yang berlaku dan mengembangkan pengetahuannya terhadap prilaku koruptif yang harus dihindari serta menerapkan pola prilaku sederhana.

“Ini SPAK lakukan dengan menanamkan spirit dan semangat antikorupsi: Hal yang kami lakukan seperti pembiasaan karakter antikorupsi sejak dini: permainan-permainan kreatif, pencegahan korupsi melalui seminar, latihan antikorupsi, dan lain-lain, serta kampanye antikorupsi melalui media sosial,” pungkasnya.

--- Redem Kono

Komentar