Breaking News
  • Divestai Tuntas, Freeport Ganti Status Menjadi IUPK
  • IHSG menguat menyusul akumulasi beli investor asing
  • Jawa Barat diantisipasi dalam Pemilu 2019 karena miliki pemilih paling banyak
  • Libur Natal 2018, 71 Outlet BNI Tetap Beroperasi
  • Menperin: industri tak terdampak tsunami Selat Sunda

HANKAM Syekh Adnan dari Suriah: Propaganda Agama Ciptakan Konflik di Suriah 02 Nov 2018 10:44

Article image
Syekh Adnan Al Afyouni asal Suriah. (Foto: Ist)
Syekh Adnan menceritakan cara teroris memainkan propaganda agama tersebut. Menurutnya, fitnah-fitnah yang dilakukan berdasarkan agama dimanfaatkan untuk menciptakan konflik di daerah tersebut.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Syekh Adnan Al Afyouni asal Suriah bercerita mengenai konflik yang terjadi di negaranya. Menurutnya, konflik terjadi terutama karena adanya propaganda agama. 

Cerita Syekh Adnan muncul dalam 'Seminar Kebangsaan: Jangan Suriahkan Indonesia' di Hotel Grand Kemang, Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Kamis (1/11/2018).

"Celah yang dipakai oleh mereka untuk membuat krisis memainkan celah agama, dengan memainkan propaganda agama, di masjid memainkan propaganda agama untuk memecah belah," ujar Syekh Adnan. 

Syekh Adnan menceritakan cara teroris memainkan propaganda agama tersebut. Menurutnya, fitnah-fitnah yang dilakukan berdasarkan agama dimanfaatkan untuk menciptakan konflik di daerah tersebut.

"Di Suriah, pendidikan itu gratis mulai dari sekolah dasar sampai kuliah. Di Suriah, kesehatan gratis untuk semua tingkatan dan rumah sakit, segala sesuatu yang menyangkut kebutuhan pokok dipenuhi oleh pemerintah. Tidak ada lagi yang bisa dimainkan di Suriah, kecuali celah agama. Mereka melakukan fitnah melalui agama, bebernya. 

Syekh Adnan memberi pujian kepada Indonesia, khususnya pelajar Indonesia di Suriah. Menurutnya, masyarakat Suriah terkesan akan karakter khas Bangsa Indonesia. 

"Dan hingga sampai saat ini pelajar Indonesia tetap di Suriah. Indonesia baik diplomasi yang diperankan oleh pemerintah maupun pelajar, membuat kami terkesan bagi negara Suriah, terutama bagi masyarakat Suriah. Kami mencintai Indonesia sebab kami melihat kesatuan, karakter kesopanan, dan kebaikan, dan kami datang ke sini karena akhlak dari pelajar Indonesia. Karena itu, kecintaan saya kepada Indonesia adalah kecintaan sahabat sejati," tuturnya. 

--- Redem Kono

Komentar