Breaking News

OLAHRAGA Tagih Janji Tim Investigasi Mafia Bola, Suporter PS Ngada Demo PSSI 09 Jan 2020 12:07

Article image
Para pendukung PSN Ngada dan Garda NTT Jakarta saat beraudiensi di Kantor PSSI. (Foto: Dok. Garda NTT)
Garda NTT mendesak Ketua PSSI dan Wakil Ketua Umum PSSI harus mundur dari jabatan serta pembekuan sementara federasi oleh Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi).

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Salah satu tifosi supporter PS Ngada, Gerakan Patriot Muda Nusa Tenggara Timur (Garda NTT) kembali menggelar unjuk rasa di depan Kantor PSSI, jalan FX Sudirman, Rabu (8/1/20).

Dalam rilis yang diterima media ini, para pendukung dan supporter asal NTT ini kecewa karena tak ada hasil dari tim ad hoc investigasi yang dibentuk PSSI untuk menelusuri mafia bola di Liga 3.

Sebagai catatan, pada 20 Desember lalu, Garda NTT juga melakukan unjuk rasa. Pertemuan dengan PSSI yang diwakili tim ad hoc investigasi pun digelar.

Kala itu, tim ad hoc yang diketuai Sonhadji yang juga anggota Komite Eksekutif PSSI, menjanjikan akan memanggil pihak-pihak terkait kasus PSN yang menerima sanksi pengurangan tiga poin dan gagal lolos ke babak 16 besar Liga 3 nasional.

Panitia Disiplin (Pandis) Liga 3 berpendapat bahwa PSN menurunkan pemain tidak sah yang sedang menjalani hukuman akumulasi kartu saat melawan Putra Sinar Giri, yakni Kiken Mentinus Wea.

Namun, pihak PSN punya alasan tetap menurunkan Kiken. Pasalnya, sang pemain tercatat tidak menerima kartu sebelumnya di laga versus Gaspa 1958 yang menyebabkan akumulasi. Artinya, Kiken sebetulnya pemain yang sah bisa diturunkan.

Namun, janji PSSI melalui tim ad hoc investigasi guna mengusut kasus tersebut hingga kini belum membuahkan hasil.

Garda NTT mengaku sudah menghubungi Joko Purwoko selaku anggota tim ad hoc investigasi, namun tidak mendapat respons.

“Sudah hampir dua minggu dari aksi kami sebelumnya, hingga kini belum ada hasil. Kami hubungi Pak Joko juga tidak dibalas. Ke mana dia? Sebetulnya dikerjakan atau tidak?” sesal Ketua Garda NTT, Yons Ebit.

Usai menggelar unjuk rasa, Garda NTT kembali bertemu perwakilan PSSI. Kali ini tak ada tim ad hoc investigasi.

Deputi Sekjen PSSI, Dessy Afrianto, akhirnya menemui pengunjuk rasa. Hanya saja, diskusi berjalan buntu.

Garda NTT memang meninggalkan area demonstrasi. Namun, mereka belum mendapatkan apa yang diinginkan.

“Kami tidak puas dengan pertemuan ini. Satu per satu seperti cuci tangan. Kami juga tidak bisa menemui petinggi PSSI. Kami akan kembali menggelar aksi minggu depan,” janji Ebit.

Dugaan Mafia PSSI

Sementara Sekjen Garda NTT, Marlin Bato mengatakan, PSSI sebagai Lembaga tertinggi sepak bola Indonesia tidak sanggup menyelesaikan persoalan yang menimpa Tim kebanggaan NTT, PSN Ngada.

Marlin menduga begitu kuatnya sindikat mafia yang terjadi di manajemen PSSI 2019-2023.

“PSSI sebagai Lembaga tertinggi tidak sanggup menyelesaikan persoalan yang menimpa PSN Ngada tersebut. Kami menduga, begitu kuatnya praktek mafia yang tercatat di kubu PSSI sehingga keadilan tidak kunjung kami dapatkan,” ujar Marlin dalam orasinya di depan Kantor PSSI.

Tuntutan Garda NTT masih sama. Mereka mendesak agar ada keadilan hukum di balik kasus dugaan mafia bola di Liga 3 yang mengorbankan PSN Ngada.

Garda NTT juga mendesak agar perangkat pertandingan yang membuat data salah soal akumulasi kartu diberhentikan.

Bahkan, Garda NTT mendesak Ketua PSSI dan Wakil Ketua Umum PSSI harus mundur dari jabatan serta pembekuan sementara federasi oleh Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi).

--- Guche Montero

Komentar