Breaking News

NASIONAL Taiwan Termasuk 10 Negara Penampung TKI Terbanyak selain Malaysia 29 Apr 2020 22:03

Article image
Suasana penumpang di ruang check in keberangkatan di Lombok Internasional Airport (LIA). (Foto: Kompas.com)
Malaysia masih jadi negara penerima terbesar dengan jumlah 79. 662 orangTKI. Di belakang Negeri Jiran, ada Taiwan yang menampung sebanyak 79.574 orang TKI, atau hampir menyamai Malaysia.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri mencapai 276. 553 orang pada tahun 2019. Jumlah tersebu turun sebesar 2,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Angka tersebut merupakan data pekerja migran yang bekerja dengan dokumen resmi, sehingga belum termasuk mereka yang merantau ke luar negeri secara non-prosedural (ilegal). Disebutkan, dari total pekerja migran asal Indonesia, sebanyak 69,15 persen merupakan tenaga kerja perempuan.

Melansir Kompas.com, Malaysia masih jadi negara penerima terbesar dengan jumlah 79. 662 orangTKI. Di belakang Negeri Jiran, ada Taiwan yang menampung sebanyak 79.574 orang TKI, atau hampir menyamai Malaysia.

Seperti diketahui, banyak TKI yang dipekerjakan di Taiwan sebagai asisten rumah atau pengasuh manula. Sementara di urutan ketiga yakni Hong Kong yang menampung sebanyak 70.840 orang TKI. Berturut-turut negara penampung berikutnya yakni Singapura 19.354 orang, Arab Saudi 7.018 orang, Korea Selatan 6.193 orang. Sedangkan Brunei Darussalam menampung 5.639 orang, Italia 1.349 orang, Kuwait 782 orang, UEA sebanyak 578 orang.

Sbelumnya, seperti dilansir dari SCMP, TKI di Malaysia kini terancam kelaparan di tengah pembatasan aktivitas (Lockdown) oleh pemerintah di Malaysia. Ketika Malaysia menerapkan penutupan nasional yang saat ini memasuki minggu keenam, sebagian besar tempat kerja telah ditutup. Dampaknya, tidak ada sumber pemasukan bagi pekerja migran. Sisa uang hasil bekerja tidak akan cukup untuk membeli makanan, jika situasi sulit pandemi Corona ini terus berlanjut.

Bahkan, Nahdatul Ulama (NU) Cabang Malaysia menyebut terdapat sekitar 1 juta pekerja migran asal Indonesia, baik resmi maupun ilegal yang kini terancam kelaparan. Mereka sudah tak lagi bekerja. Opsi pulang ke Indonesia juga bukan pilihan, karena baik pemerintah Indonesia mapun Malaysia menutup akses pulang ke kampung halaman.

Di Indonesia, pemerintah juga sudah menegaskan melarang orang untuk mudik. Pemerintah Indonesia juga menyarankan TKI tak kembali ke kampung halaman untuk sementara waktu hingga situasinya membaik.

Koordinator NU di Malaysia, Mahfud Budinono mengatakan bahwa ada sekitar 700.000 pekerja migran Indonesia yang tercatat secara resmi. Berikutnya ada 1,5 juta pekerja asal Indonesia yang masuk tanpa dokumen resmi yang bekerja di sektor konstruksi, restoran, tenaga kebersihan, dan sebagainya.

Hampir semua TKI tersebut dirumahkan sementara tanpa bayaran. Bahkan, ada sekitar 400.000 orang yang terancam harus keluar dari rumah kontrakan karena tak sanggup membayar sewa. Rata-rata harga kontrakan di Malaysia sekitar 1.200 Ringgit Malaysia dan biasanya digunakan bersama-sama oleh beberapa orang TKI.

--- Guche Montero

Komentar