Breaking News

PARIWISATA Tak Didukung Pemda, “Tour de Flores 2018” Dibatalkan 22 Nov 2018 10:51

Article image
Jelang lomba balap sepeda Tour de Flores 2016 yang menempuh rute Larantuka menuju Labuan Bajo, para pebalap Indonesia dan Prima Indonesia berlatih mengenal jalur di kawasan Pantai Wai Batalolong, Larantuka, Rabu (18/5/2016). (Foto: kompas.com)
Sebelumnya, Pemprov NTT membatalkan pelaksanaan Tour de Timor 2018 karena dinilai belum siap secara matang.

KUPANG, IndonesiaSatu.co – Setelah melambungkan nama Pulau Flores di level dunia lewat lomba balap sepeda internasional, ajang Tour de Flores 2018 akhirnya  dibatalkan oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT).

Pembatalan ini, menurut Kepala Bidang Destinasi Pariwisata pada Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Timur, Benny Wahon karena ketiadaan anggaran.

Sebelumnya, Pemprov NTT membatalkan pelaksanaan Tour de Timor 2018 karena dinilai belum siap secara matang.

"Sebagian besar kabupaten di daratan Pulau Flores tidak mengalokasikan anggaran dalam APBD murni 2018 untuk mendukung kegiatan Tour de Flores 2018," kata Benny Wahon seperti diberitakan Antara, Senin (19/11/2018).

Menurut Benny Wahon, kegiatan Tour de Flores yang sudah menjadi agenda tahunan Kementerian Pariwisata itu batal dilaksanakan, karena pemerintahan setempat tidak mendukungnya lewat pengalokasian dana dalam APBD masing-masing kabupaten.

Dengan demikian, kata Benny Wahon, dalam tahun 2018 ini tidak ada kegiatan tur internasional melalui sepeda di daratan Pulau Flores dan Timor, karena ketiadaan anggaran dan persiapan yang belum matang.

Kepala Dinas Pariwisata NTT Marius Jelamu yang dihubungi mengatakan, Pemprov NTT juga membatalkan pelaksanaan kegiatan tur tahunan sepeda yang melintasi Pulau Timor (Tour de Timor) tahun 2018, karena persiapannya dinilai Gubernur Viktor Laiskodat belum matang.

"Sesuai arahan Pak Gubernur Viktor Laiskodat, Tour de Timor tahun 2018 ini dibatalkan dengan pertimbangan persiapan yang belum matang," kata Kepala Dinas Pariwisata Provins NTT Marius Jelamu kepada Antara di Kupang, Jumat (16/11/2018).

Pemerintah NTT, kata dia, menginginkan agar pelaksanaan Tour de Timor dipersiapkan lebih matang dengan melibatkan masyarakat di destinasi-destinasi wisata yang dilewati.

Masyarakat, lanjutnya, diharapkan lebih siap dalam mengembangkan dan mempertunjukkan berbagai potensi yang dimiliki seperti seni budaya, ekonomi kreatif, kuliner, dan lainnya sehingga bisa dinikmati peserta tur.

"Artinya semua daerah perlu dipersiapkan secara matang sehingga kegiatan ini juga mendatangkan keuntungan bagi masyarakat," katanya menjelaskan.

Awalnya, ajang Tour de Flores akan diadakan pada pertengahan bulan Mei 2018. Namun berhubungan dengan banyaknya acara pemilihan kepala daerah, maka acara tersebut digeser ke bulan November 2018.

 "TdF sudah jadi event tahunan semua kabupaten di Pulau Flores. Dalam rapat koordinasi dinas pariwisata se-Proponsi NTT awal Maret di Maumere, disepakati event ini tetap jalan. Event ini jadi branding pariwisata Flores," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka, Drs.Kensius Didimus, kepada pos-kupang.com, Kamis (22/3/2018).

--- Simon Leya

Komentar