Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

LINGKUNGAN HIDUP Tanam Pohon Manglid, Jokowi Mulai Revitalisasi Citarum 22 Feb 2018 11:45

Article image
Presiden Jokowi ketika menanam pohon di Sungai Citarum. (Foto: Detik.com)
Proses rehabilitasi hulu Citarum sudah berlangsung sejak 1 Februari 2018. Jokowi menegaskan gerakan tersebut bukan sekadar seremonial belaka.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Untuk memulai revitalisasi sungai Citarum, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke lahan rehabilitasi di Situ Cisanti yang merupakan hulu Sungai Citarum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (22/2/2018). 

Sebagai tanda dimulainya revitalisasi, Jokowi menanam pohon endemik Jawa Barat jenis manglid. Jokowi didampingi Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya sewaktu proses penanaman pohon di area Titik 0 Citarum. Warga setempat dan para pelajar ikut ambil bagian menancapkan batang pohon.

Pohon manglid atau manglieta glauca ialah salah satu tumbuhan yang biasanya tumbuh di kawasan dataran tinggi dan daerah lembab. Pohon ini memiliki karakter kayu halus, padat dan kuat. 

Usai acara tersebut, Jokowi bersama rombongannya bergegas ke lokasi penyemaian pohon yang nantinya akan ditanam di kawasan hulu Citarum yang kini kondisinya gundul.

"Pagi ini saya ingin melihat gerakan-gerakan rehabilitasi wilayah daerah aliran Sungai Citarum," kata Jokowi dilansir detik.com.

Ia menjelaskan proses rehabilitasi hulu Citarum sudah berlangsung sejak 1 Februari 2018. Jokowi menegaskan gerakan tersebut bukan sekadar seremonial belaka.

"Sudah dimulai, ini bukan seremonial. Ini pekerjaan besar, mungkin insya Allah dapat dilakukan dalam waktu tujuh tahun," ujarnya.

Menurut Jokowi, proses rehabilitasi bukan hanya dilakukan di kawasan hulu Citarum.

"Semua terintegrasi dari mulai rehabilitasi, limbah dan polusi dan di bawahnya lagi," ucap Jokowi.

"Semuanya akan dikerjakan secara terintegrasi oleh pemerintah pusat, provinsi dan daerah," pungkasnya.  

--- Redem Kono

Komentar