Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

NASIONAL Tanamkan Gerakan Antikorupsi, KPK Gelar Festival Film 29 Jun 2018 10:04

Article image
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. (Foto: Ist)
ACFFEST 2018 mengusung tagline Integrity Starts From You, Make Your Movie yan menekankan bahwa integritas harus dimiliki oleh semua insan, termasuk pegiat kreatif.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Untuk mengajak masyarakat melakukan gerakan antikorupsi dengan film sebagai penyampai pesan, maka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar "Anti-Corruption Film Festival" (ACFFEST) 2018.

Kepastian penyelenggaraan ACFFEST 2018 disampaikan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di gedung KPK, Jakarta, Kamis (28/6/2018).

"Jadi, kami mencoba dengan film ini membawa orang untuk kemudian menginspirasi orang untuk tidak korupsi," ujar Saut Situmorang.

ACFFEST 2018 mengusung tagline Integrity Starts From You, Make Your Movie yan menekankan bahwa integritas harus dimiliki oleh semua insan, termasuk pegiat kreatif.

"Mudah-mudahan nanti kita bisa membuat sebuah film yang bisa menginspirasi bangsa Indonesia untuk kemudian mereka menghentikan perilaku korupnya," ungkap Saut.

Dalam festival ACFFEST 2018, KPK fokus pada kompetisi ide cerita film pendek. Pendataftaran akan dibuka sejak 28 Juni sampai 20 Agustus 2018.

Saut pun mengharapkan dengan adanya festival tersebut, lembaganya dapat mengajak sutradara atau penulis skenario mendukung antikorupsi.

"Jadi, paling tidak satu cara lagi KPK membangun sutradara-sutradara atau penulis skenario yang berintegritas dan mendukung antikorupsi," sambung Saut.

KPK menghadirkan tiga juri untuk menilai ide cerita film festival tersebut masing-masing penulis skenario Jujur Prananto, sutradara film The Seen and Unseen Kamila Andini, dan satu orang juri dari KPK.

Sebanyak tujuh ide cerita yang paling menarik akan mendapat bantuan dana produksi sebesar Rp 20 juta.

Selain itu, tujuh skenario yang terpilih juga berhak mengikuti movie camp selama tiga hari, coaching clinic dari pembuat film profesional, fasilitas online editing di Jakarta, dan pendampingan mentor lokal.

Para pembuat film akan diberikan waktu produksi tiga bulan sejak Agustus-November 2018. Karya mereka kemudian akan diputarkan selama dua hari dan ditutup dengan malam penganugerahan ACFFEST 2018 di Jakarta, November mendatang.

--- Redem Kono

Komentar