Breaking News
  • Defisit Lebih Rendah Dari Proyeksi APBN-P 2017
  • Menkeu: investasi tumbuh karena kepercayaan pelaku usaha
  • Penerimaan Bea Cukai hingga November Rp130,1 triliun
  • Presiden Jokowi setuju pendiri HMI jadi Pahlawan Nasional

GAYA HIDUP Tanda Anda Orang Pelit 23 Oct 2017 16:16

Article image
Betul, uang sekecil apa pun sangatlah berharga. Tapi itu bukan lantas membuat kita jadi serba perhitungan. (Foto: ist)
Bagi orang pelit, mau diberikan layanan sebagus apa pun, pasti akan berat rasanya memberikan tip walaupun hanya dalam jumlah nominal kecil.

JANGAN salah kaprah, tidak semua hal yang berhubungan dengan pemotongan anggaran adalah bentuk dari penghematan. Justru hal ini bisa mengindikasi Anda seorang yang pelit.
Supaya tidak terus-menerus salah paham, kenali dulu ciri-ciri orang pelit yang dirangkum oleh  duitpintar.com berikut ini.

Tidak pernah memberi tip

Memberikan tips memang belum jadi budaya Indonesia. Padahal hal ini merupakan bentuk apresiasi kita terhadap jasa atau layanan yang diberikan orang.
Orang yang sedang berhemat mungkin akan menimbang perlu-tidaknya memberikan tip. Kalau memang puas atas suatu layanan, pasti akan diberikan.
Tapi kalau orang pelit, mau diberikan layanan sebagus apa pun, pasti akan berat rasanya memberikan tip walaupun hanya dalam jumlah nominal kecil.

Tidak rela keluar uang untuk kebutuhan

Kebutuhan mesti dibedakan dengan keinginan. Boleh saja menunda pengeluaran untuk keinginan, tapi kalau tidak rela keluar uang untuk kebutuhan, rasanya ini tidak bijak. Untuk beli baju anak yang sudah mulai sempit, misalnya.

Menghindar pajak

Ini biasanya terjadi saat makan bersama di restoran. Ada yang namanya pajak resto 10 persen. Tapi daftar menu belum memasukkan komponen pajak tersebut ke dalam harga makanan. Lantas saat bayar makanan sendiri, yang diberikan adalah uang sesuai dengan harga di menu.

Yang penting diskon

Berburu diskon itu wajib demi penghematan. Namun bukan hemat namanya kalau beli barang diskon, tapi kualitasnya buruk. Harga dan kualitas harus jadi pertimbangan yang sebanding. Soal kualitas bolehlah selevel lebih rendah, tapi bukan berarti jauh di bawah standar juga. Kalau seperti ini, yang tadinya niat hemat malah bisa jadi rugi lantaran barang yang dibeli cepat rusak. Jadi beli barang dua kali kan.

Tak mau rugi sepeser pun

Belanja di minimarket kembalian kurang 100 perak, ditagih sambil marah-marah. Teman berhutang 1000 perak, diteror siang-malam. Sering melakukan hal seperti ini? Kalau begitu, Anda sah dinyatakan pelit.

Betul, uang sekecil apa pun sangatlah berharga. Tapi itu bukan lantas membuat kita jadi serba perhitungan. Kalau memang kembalian kurang, tanyakan saja baik-baik. Kalau ada teman berutang, ditagih saja kapan bayarnya. Tak perlu marah. Masih banyak cara hemat tanpa jadi orang pelit.

 

--- Elisabeth Sylvie

Komentar