Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

KEUANGAN Tandatangani MoU Dengan BSSN, Menteri Sri Mulyani: Sumber Kekayaan Bukan Lagi Tambang Emas, Melainkan Data 03 Mar 2018 14:34

Article image
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat penandatanganan MoU dengan Kepala BSSN di Kementerian Keuangan, Jakarta (Foto: Ist)
“Keberadaan sebuah data tidak kalah penting dibandingkan dengan sumber daya alam. Saat ini sejumlah negara sedang berbicara terkait pentingnya data. Data is new mind. Ini adalah tambang baru, dulu yang menjadi kaya adalah yang menguasai tambang emas batu

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani menekankan pentingnya data di tengah perkembangan teknologi dan internet yang begitu cepat. Hal itu diungkapkan Menteri Sri saat penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dalam rangka perlindungan informasi dan transaksi elektronik yang berlangsung di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (2/3/2018).

“Keberadaan sebuah data tidak kalah penting dibandingkan dengan sumber daya alam. Saat ini sejumlah negara sedang berbicara terkait pentingnya data. Data is new mind. Ini adalah tambang baru, dulu yang menjadi kaya adalah yang menguasai tambang emas batubara dan minyak, namun pada era digital ini yang disebut sebagai tambang adalah tambang data," ujar Menteri Sri.

Ia menegaskan bahwa sudah menjadi kewajiban negara untuk memberikan perhatian serius terkait data dengan Negara; seperti data transaksi keuangan, data keuangan negara, hingga pertumbuhan ekonomi.

"Sekarang yang tren adalah big data. Negara wajib berbicara mengenai bagaimana privasi atau perlindungan terhadap data dari orang-orang, itu menjadi sangat penting. Kendati demikian, persoalan yang dihadapi saat ini adalah melindungi atau memproteksi data-data penting dari kejahatan cyber yang marak terjadi seiring dengan perkembangan teknologi,” imbuhnya.

Ia menjelaskan bahwa kejahatan dalam penggunaan data terus menjadi ancaman serius yang harus dicegah baik secara internal dalam negeri maupun secara global karena penguasaan teknologi berkembang pesat.

“Di dunia ini, debat mengenai masalah bagaimana proteksi terhadap keamanan dan bagaimana mencegah dari kejahatan penggunaan data, sudah menjadi topik penting di setiap Negara. Menyikapi berbagai perkembangan tersebut, Kementerian Keuangan bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dalam rangka perlindungan informasi dan transaksi elektronik. Sebab, perlindungan terhadap data menjadi sangat penting. Oleh karena itu, kami membuat nota kesepahaman dengan dua institusi yang sangat relevan," pungkasnya.

--- Guche Montero

Komentar