Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

HUKUM Tanggapi Laporan TPDI dan Pemuda NTT, Kompolnas RI Minta Kapolda NTT Segera Klarifikasi Kasus OTT Iptu Aldo 20 Jan 2018 17:05

Article image
Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus (Foto: Ist)
“Kami mengharapkan keseriusan dan ketegasan Kapolda NTT yang baru dalam menyikapi dan menindaklanjuti kasus ini guna kepastian hukum dan pemulihan Korps Kepolisian tingkat Polda NTT. Kami akan serius mengawasi hingga ada kepastian penanganan dan penyeles

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Menindaklanjuti Laporan Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) dan Forum Pemuda Nusa tenggara Timur (NTT) di Jakarta, Komisi Kepolisian Nasional Republik Indonesia (Kompolnas RI) melalui surat Nomor: B-52B/Kompolnas/I/2018, meminta Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) NTT untuk segera mengklarifikasi kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Propam Polda NTT terhadap Iptu Aldo Febrianto.

Koordinator TPDI, Petrus Selestinus dalam release yang diterima IndonesiaSatu.co, Sabtu (20/1/18) mengatakan bahwa pihak Kompolnas RI telah menanggapi pengaduan dan keluhan masyarakat Manggarai melalui TPDI dan Forum Pemuda NTT yang disampaikan kepada KOMPOLNAS tertanggal 12 Januari 2018 dengan meminta Kapolda NTT untuk menindalanjuti kasus OTT tersebut.

“TPDI telah mengantongi surat tanggapan Kompolnas RI yang berisi permohonan kepada Kapolda NTT untuk segera mengklarifikasi penanganan kasus OTT Propam Polda NTT terhadap Iptu Aldo Febrianto, mantan Kasatreskrim Polres Manggarai yang hingga saat ini belum ada tindak lanjut ke arah penyidikan dan pemberian status tersangka atau dihentikan penyidikannya sehingga mendapatkan kepastian hokum dan menjaga Korps Kepolisian,” ungkap Petrus.

Advokat Peradi ini menjelaskan bahwa Surat Permohonan yang dikeluarkan Kompolnas RI kepada Kapolda NTT tersebut menjadi kekuatan hukum TPDI dan Forum Pemuda NTT dalam mengawasi proses hukum dan tindak lanjut penangan oleh Kapolda NTT.

“Pada tanggal 4 Januari 2018 lalu, TPDI bersama Forum Pemuda NTT telah beraudiensi dan melaporkan dugaan penyalahgunaan wewenang yang diduga dilakukan oleh oknum Propam Polda NTT dalam penanganan kasus OTT terhadap Iptu Aldo Febrianto, karena kedapatan tengah melakukan pemerasan sehingga tertangkap tangan melalui OTT Propam Polda NTT. Sebagai sebuah tindak pidana yang pengungkapannya melalui OTT Propam Polda NTT, maka mustahil kasus dugaan pemerasan itu tidak memenuhi unsur pidana. Karena selain barang bukti sebagai hasil kejahatan pemerasan berupa uang Rp 50 juta yang telah disita saat OTT dilakukan, juga saksi korban yaitu Yustinus Mahu, Direktur Utama (Dirut) PT. MMI selaku pihak yang menyerahkan uang yang berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang telah mengakui pemberian uang tersebut,” jelas Petrus.

Ia menilai, peristiwa OTT Propam Polda NTT terhadap Iptu Aldo Febrianto yang saat itu menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Manggarai, sungguh-sungguh melegakan dan membuat masyarakat Manggarai menaruh harapan tinggi kepada Polda NTT untuk menuntaskan kasus OTT Iptu Aldo Febrianto terkait dugaan pemerasan.

“Tentu masyarakat Manggarai pada khususnya dan masyarakat NTT pada umumnya menaruh harapan kepada Polda NTT agar kasus OTT terhadap Iptu Aldo Febrianto menjadi momentum bagi Polda NTT guna menindak tegas perilaku oknum Polres Manggarai yang dalam pelayanan hukum dan keadilan sering merugikan masyarakat terutama perilaku pemerasan terhadap rakyat kecil ketika berurusan hukum dengan Kepolisian. Sejumlah nama oknum Polisi di Manggarai sudah mulai disebut-sebut sering melakukan pemerasan, namun hingga saat ini tidak ada penindakan,” ujar Petrus.

Ia mengharapkan agar Kapolda NTT yang baru, Raja Erizman segera menindaklanjuti Surat Permohonan Kompolnas RI dan pihak TPDI bersama Forum Pemuda NTT berkomitmen untuk mengawasi penanganan kasus tersebut.

“Kami mengharapkan keseriusan dan ketegasan Kapolda NTT yang baru dalam menyikapi dan menindaklanjuti kasus ini guna kepastian hukum dan pemulihan Korps Kepolisian tingkat Polda NTT. Kami akan serius mengawasi hingga ada kepastian penanganan dan penyelesaian hukum,” tandasnya.

--- Guche Montero

Komentar