Breaking News

HUKUM Tanggapi Putusan Kasasi MA, KPK: Penyidikan Kasus BLBI Jalan Terus 10 Jul 2019 08:11

Article image
Wakil ketua KPK, Saut Situmorang bersama Mendagri Tjahjo Kumolo bersama pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi (kiri), Gubernur Maluku Utara periode Abdul Gani Kasuba (kedua kanan), usai melakukan pertemuan dengan pimpinan KPK di g
"Penanganan perkara yang sedang berproses dalam tahap penyidikan akan tetap berjalan," kata Saut.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang mengatakan penyidikan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dengan tersangka Sjamsul Nursalim dan Itjih Nursalim terus berlanjut. 

Menurutnya, Putusan Kasasi oleh Mahkamah Agung yang melepaskan Syafruddin Arsyad Temenggung, tidak akan menghentikan proses penyidikan ini.

"Penanganan perkara yang sedang berproses dalam tahap penyidikan akan tetap berjalan," kata Saut di kantornya, Jakarta, seperti dilansir Trmpo.co, Selasa, (9/7/19).

Saut mengatakan KPK akan tetap memanggil saksi dan tersangka untuk diperiksa dan penelusuran aset milik taipan tersebut juga akan terus dilakukan.

"Itu akan menjadi fokus KPK," kata dia.

Putusan Kasasi MA

Sebelumnya, Mahkamah Agung mengabulkan kasasi Syafruddin selaku terdakwa kasus korupsi penerbitan surat keterangan lunas BLBI untuk Sjamsul. Majelis hakim kasasi menyatakan Syafruddin terbukti melakukan perbuatan merugikan negara senilai Rp 4,58 Triliun dalam penerbitan SKL BLBI untuk Sjamsul. Namun, perbuatan itu dianggap bukan tindak pidana.

Tiga hakim yang mengadili memiliki pendapat berbeda. Ketua majelis hakim, Salman Luthan menganggap perbuatan Syafruddin merupakan tindak pidana. Sementara, hakim anggota Syamsul Rakan Chaniago menganggap perbuatan Syafruddin masuk ranah perdata. Dan hakim anggota, Mohamad Askin menganggap perbuatan eks Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional itu masuk ranah administrasi.

Dengan keputusan itu, maka Syafruddin dibebaskan dari segala tuntutan hukum. Hakim juga membatalkan putusan pengadilan tingkat banding yang memvonis Syafruddin 15 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 3 bulan kurungan.

Saut menerangkan bahwa KPK menghormati putusan (kasasi MA, red) itu. Namun, ia memastikan lembaganya tidak akan berhenti melakukan upaya hukum untuk mengembalikan dugaan kerugian keuangan negara Rp 4,58 Triliun dalam perkara ini.

"KPK akan mempelajari salinan putusan dan mempertimbangkan untuk melakukan upaya hukum biasa atau luar biasa," tandasnya.

--- Guche Montero

Komentar