Breaking News

KEUANGAN Tanggapi Temuan BPK soal Dana Bansos, KPK Tegaskan Siap Usut 14 May 2020 00:20

Article image
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. (Foto: Ist)
BPK menduga terdapat kekurangan penerimaan atas sisa saldo program pemerintah di rekening bank penyalur yang belum disetorkan ke kas negara senilai Rp 843,7 Miliar.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI  memastikan segera berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas penggunaan dana bantuan sosial (bansos).

Terlebih, ada temuan BPK mengenai penggunaan dana bansos tersebut.

"Tentu akan berkoordinasi terhadap semua bisnis penyelenggaraan pemerintahan yang berpotensi merugikan negara, apalagi sudah ada penilaiannya dari BPK. Tentu KPK akan mengkaji," kata Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron dikonfirmasi awak media, Senin (11/5/20) seperti dilansir viva.co.id.

Pada temuan BPK, diduga adanya permasalahan bansos di pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Hal ini berdasarkan pemeriksaan terkait pengelolaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dalam penyaluran bansos selama 2018 hingga kuartal III 2019.

Hasil analisis BPK, penggunaan DTKS belum bisa meminimalisir permasalahan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang tidak terdistribusi dan KPM tidak bertransaksi pada penyaluran Bantuan Sosial Pangan Nontunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Bahkan, ditemui pula ada permasalahan penyaluran BPNT dan PKH dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) kepada Kemensos.

Akibat hal-hal itu, BPK menduga terdapat kekurangan penerimaan atas sisa saldo program pemerintah di rekening bank penyalur yang belum disetorkan ke kas negara senilai Rp 843,7 Miliar.

Atas temuan BPK itu, kata Ghufron, KPK akan mempelajari potensi kerugian negara dari hasil temuan BPK yang terjadi karena beberap hal.

"Potensi itu harus dipastikan penyebabnya karena kesalahan administrasi, prosedur dan tata laksana, atau pidana, contoh pemalsuan, markup data. Untuk itu, KPK akan mempelajari lebih dahulu setelah mendapat laporan secara resmi dari BPK," kata dia.

--- Guche Montero

Komentar