Breaking News

REGIONAL Tanpa Pengawasan Tim Gugus, Kapal Niki Sejahtera Kembali Berlabuh di Ende 25 Apr 2020 17:56

Article image
KM. Niki Sejahtera. (Foto: komodoshuttle.com)
"Jika tidak konsisten dengan protap, maka harus dievaluasi dan diperhatikan secara serius. Jangan sampai terjadi mis-koordinasi di antara Tim Gugus Tugas yang dampaknya bisa fatal untuk masyatakat," sorot Virgil.

ENDE, IndonsiaSatu.co-- Kapal barang atau Roll on-Roll off (RoRo), Niki Sejahtera, Jumat (24/4/20) malam, kembali berlabuh di Pelabuhan Ende.

Ketika bersandar di Pelabuhan sekitar pukul 20.00 Wita, Kapal yang memuat penumpang dan barang ini tanpa diawasi oleh Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Ende.

Selama aktivitas di Pelabuhan Ende, para pelaku perjalanan yang mayoritas adalah para sopir Kendaraan Pengangkutan Barang, turun secara bebas dari kapal tanpa melalui protap kesehatan.

Padahal, kapal Niki Sejahtera baru datang dari Surabaya, salah satu daerah dengan jumlah positif Virus Corona (Covid-19) terbanyak.

Tidak Konsisten dan Membuka Ruang

Menanggapi hal ini, Anggota DPRD Ende, Virgilius Kami menyoroti koordinasi pengawasan di lingkup Gugus Tugas yang tidak konsisten memberi pengawasan di setiap akses moda transportasi termasuk pelabuhan.

"Semestinya, pengawasan tidak boleh longgar sebagai bentuk komitmen dan konsistensi dalam mencegah arus PPDP dari zona terpapar. Dalam masa pendemi seperti ini, para PPDP mesti diperiksa oleh Tim Gugus Tugas dan menjalani proses observasi yang dilanjutkan dengan karantina terpusat maupun mandiri," sorot Virgil.

Anggota DPRD dari Partai Demokrat ini menegaskan bahwa jika protap tidak dijalankan sebagaimana mestinya, hal itu sudah menunjukkan sikap tidak konsisten dan membuka celah untuk hal serupa terulang kembali.

"Jika tidak konsisten dengan protap, maka berpotensi membuka ruang ke depan. Ini harus dievaluasi dan diperhatikan secara serius agar tidak menimbulkan multi-tafsir di tengah masyarakat. Jangan sampai terjadi mis-koordinasi di antara Tim Gugus Tugas yang dampaknya bisa fatal untuk masyatakat," sorot Virgil.

--- Guche Montero

Komentar