Breaking News
  • Ada 70.000 ibu hamil dan menyusui di antara pengungsi Rohingya
  • ASEAN Para Games - Doni Yulianto sumbang emas nomor kursi roda 1.500m
  • Kemenperin buka rekrutmen PNS untuk 380 formasi
  • Malaka, NTT diguncang gempa
  • Menhub: uji coba Transjabodetabek hasilnya kurang maksimal

PARIWISATA Tarian Marilonga, Ine Pare, dan Joka Moka Ramaikan Festival Kelimutu 13 Aug 2017 12:56

Article image
Peserta dari sanggar Ratu Damai Ende menampilkan Tarian Marilonga. (Foto: Guche Montero)
Pergelaran Festival Kelimutu akan ditutup pada tanggal 14 Agustus dengan suatu ritual adat di puncak danau Kelimutu yang diikuti oleh segenap pemerintah daerah, toko adat dan tokoh masyarakat.

ENDE, IndonesiaSatu.co -- Dinas Pariwisata Kabupaten Ende bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata RI, sejak Jumat (11/8/17) malam, resmi menggelar  Festival Kelimutu bertempat di lapangan Perse-Ende.

Kegiatan ini diikuti oleh para peserta dari setiap kecamatan lengkap dengan busana dan tarian adat yang hendak diperlombakan.

Bupati Ende dalam sambutannya mengapresiasi program Kementerian dan Dinas Pariwisata yang setiap tahun terus mendorong peningkatan nilai-nilai budaya lokal melalui kegiatan festival, parade dan jenis perlombaan bertemakan budaya lokal.

"Kabupaten Ende tentu memiliki potensi kasanah budaya yang harus digali, dirawat dan ditingkatkan oleh segenap elemen dan generasi. Festival budaya Kelimutu menjadi salah satu cara agar selain menunjukkan keanekaragaman budaya melalui pagelaran seni, budaya harus menjadi identitas kita," kata Marsel.

Bupati menegaskan bahwa sebagai salah satu pilar dan batu tungku penting, kearifan budaya lokal di setiap daerah harus mencerminkan identitas daerah dalam konteks hidup berbangsa yang plural dan majemuk.

"Dari kemajemukan dan keanekaragaman budaya, kita dituntut untuk belajar saling melengkapi, solider, menjaga persatuan dan saling menghormati perbedaan sebagai kekayaan bersama. Semoga dengan momen ini, kita mengenal kekayaan nilai-nilai budaya sebagai identitas kita di tengah arus modernisasi yang terus berkembang pesat. Generasi muda dituntut untuk tidak gagap dengan budaya lokal karena sesungguhnya budaya lokal menuntun kita menuju peradaban," harapnya.

Pada acara pembukaan Festival, para peserta dari sanggar Ratu Damai Ende menampilkan tarian Marilonga. Sementara ketiga peserta lomba dari tiga kecamatan masing-masing menyuguhkan tarian khas daerah yang diangkat dari cerita rakyat setempat.

Sanggar Anakalo-Lepembusu Kecamatan Maurole mengangkat kisah tentang asal-muasal tanaman padi lewat tarian Ine Pare (dewi padi). Anak-anak asuh Ibu Katharina ini berhasil menghipnotis penonton lewat penampilan mereka.

Sementara tarian Joka Moka yang dipersembahkan oleh anak-anak dari Kecamatan Ndona mengangkat suatu ritual adat di awal musim tanam dengan tujuan untuk menolak segala hama penyakit.

Peserta lomba ketiga dari sanggar Wonga Moke kecamatan Ende menyuguhkan tarian yang menjelaskan asal-muasal kampung Wonga Moke serta keyakinan masyarakat setempat terhadap moke sebagai sumber penghasilan dan kehidupan mereka.

Amatus Peta selaku salah satu dewan juri kepada IndonesiaSatu.co mengatakan, setiap peserta lomba akan dinilai sesuai kriteria yang ditentukan oleh dewan juri.

"Ada beberapa aspek yang dinilai oleh tim juri seperti kesesuaian kisah dan tarian yang dibawakan, vokal dan penghayatan, juga kekompakan/keseragaman. Tentu pesan dari setiap tarian akan menjadi perhatian," kata Amatus mewakili Yakobus Ari dan Rikin Raja sebagai dewan juri.

Sesuai penyampaian panitia penyelenggara, pagelaran Festival Kelimutu akan ditutup pada tanggal 14 Agustus dengan suatu ritual adat di puncak danau Kelimutu yang diikuti oleh segenap pemerintah daerah, toko adat dan tokoh masyarakat.

 

--- Guche Montero

Komentar