Breaking News
  • Divestai Tuntas, Freeport Ganti Status Menjadi IUPK
  • IHSG menguat menyusul akumulasi beli investor asing
  • Jawa Barat diantisipasi dalam Pemilu 2019 karena miliki pemilih paling banyak
  • Libur Natal 2018, 71 Outlet BNI Tetap Beroperasi
  • Menperin: industri tak terdampak tsunami Selat Sunda

INTERNASIONAL Tarik Pasukan Militer, Trump Deklarasikan Kemenangan atas ISIS di Suriah 21 Dec 2018 11:20

Article image
Presiden Amerika Serika, Donald Trump. (Foto: AFP)
"Kami menang melawan ISIS. Kami telah mengalahkan mereka. Kami merebut kembali wilayah, dan sekarang saatnya bagi pasukan kami untuk pulang," kata Trump.

WASHINGTON DC, IndonesiaSatu.co-- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memerintahkan pasukan militer AS, Rabu (19/12/18) dan mendeklarasikan kemenangan atas kelompok ISIS di Suriah.

"Kami menang melawan ISIS. Kami telah mengalahkan mereka dan kami memukul mereka dengan sangat keras. Kami merebut kembali wilayah, dan sekarang saatnya bagi pasukan kami untuk pulang," kata Trump dalam video singkat yang diunggah ke Twitter seperti dilansir Kompas.com

Sumber AFP melaporkan, penarikan pasukan AS bisa berpotensi memiliki konsekuensi geopolitik yang luar biasa. Selain itu, nasib pasukan Kurdi yang didukung AS juga jatuh dalam ketidakpastian dalam menangani ribuan anggota ISIS yang tersisa di Suriah. Seorang pejabat AS mengatakan bahwa keputusan Presiden Trump telah dimatangkan pada Selasa lalu.

"Penarikan penuh, semua berarti semua," kata pejabat itu ketika ditanya mengenai jumlah pasukan yang akan ditarik dari seluruh Suriah.

Saat ini ada sekitar 2.000 pasukan AS berada di Suriah, sebagian besar dari mereka dalam misi pelatihan untuk mendukung pasukan lokal yang memerangi ISIS. Pejabat Pentagon bergegas untuk menanggapi perintah Trump.

Seorang juru bicara mengatakan, Kementerian Pertahanan telah memulai proses memulangkan pasukan. Sementara Senator Republik, Lindsey Graham mengatakan keputusan Presiden itu tidak bijaksana dan menempatkan Kurdi dalam bahaya. Sedangkan, Senator Demokrat Jack Reed mengatakan keputusan tersebut memberikan bukti lebih lanjut ketidakmampuan Trump untuk memimpin negara di panggung dunia.

Presiden Trump pada Maret lalu telah menyuarakan skeptisisme tentang kehadiran AS di Suriah dan ingin memulangkan pasukan dengan segera.

Juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders mengatakan koalisi pimpinan AS yang mencakup belasan negara akan terus memerangi para ekstremis.

"Kemenangan atas ISIS di Suriah ini tidak menandakan akhir dari Koalisi Global," kata Sanders dalam sebuah pernyataan.

Pihak Pentagon menolak untuk mengatakan dampak penarikan pasukan terhadap operasi udara di Suriah yang berlangsung sejak akhir 2014 lalu.

--- Guche Montero

Komentar