Breaking News
  • Banjir landa 21 kelurahan di Tebing Tinggi
  • Imigrasi Ngurah Rai beri "exit pass" seminggu bagi wisman
  • Jokowi: Kawasan GBK Harus Jadi Ruang Publik Bagi Masyarakat
  • PVMBG: gas SO2 Gunung Agung menurun
  • Sebanyak 50 ton ikan Danau Maninjau mati

PARIWISATA TdF Belajar dari Kesuksesan "Tour de France" 05 Jul 2017 23:21

Article image
Poster penyelenggaraan Tour de Flores 2016. (Foto: Ist)
Ketika Tour de Flores 2017 (TdF) digelar pada 14 hingga 19 Juli mendatang, Tour de France pun sedang berlangsung, yakni 1 hingga 21 Juli 2017.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Tahun ini, Tour de France memasuki tahun ke-104. Digelar pertama kali 1 Juli 1903, pengunjung Tour de France terus bertambah dari tahun ke tahun. Pada tahun 2016, lomba balap sepeda internasional ini disaksikan langsung oleh sedikitnya 11 juta orang. Mereka datang dari berbagai negara dan berdiri di sepanjang lintasan yang dilewati pembalap.

Ketika Tour de Flores 2017 (TdF) digelar pada 14 hingga 19 Juli mendatang, Tour de France pun sedang berlangsung, yakni 1 hingga 21 Juli 2017. Berawal dari Dulsserdorf, Jerman, lomba berakhir di Paris, 23 Juli, melewati Belgia dan Luksemburg. Panjang lintasan lomba 3.540 km, terbagi dalam 21 etape. Setiap tahun, negara yang dilintasi berubah-ubah. Pada tahun 2016, Tour de France melewati Swiss, Andora, Spanyol, dan Prancis.

Sebelumnya Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya secara resmi meluncurkan event pariwisata berskala internasional Tour de Flores 2017 di Balairung Soesilo Soedarman, Kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, Rabu (5/7).

Event balap sepeda internasional ini akan berlangsung di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 14-19 Juli 2017. Opening Ceremony diadakan Kamis malam, 13 Juli 2017 di Larantuka, Flores Timur.

Kepala Dinas Pariwisata NTT, Marius Jelamu mengatakan, TdF bertujuan membetot perhatian dunia bahwa Flores dan wilayah lain di NTT adalah destinasi wisata yang menarik. Lewat event besar seperti TdF, Flores menjadi berita.

Chairman Tour de Flores Primus Dorimulu menambahkan, TdF tercatat di kalender UCI, sebuah organisasi internasional di bidang lomba sepeda profesional. Jika pada cabang sepakbola profesional ada FIFA, olahraga sepeda internasional memiliki UCI. Atlet dan semua orang di dunia bisa membaca jadwal itu dan menemukan nama Tour de Flores di kalender UCI. 

Marius lebih lanjut menjelaskan, belajar dari sukses Tour de France, pemerintah Provinsi NTT menggelar Tour de Flores. Dilaksanakan pertama kali 19-24 Mei 2016, TdF berhasil menyedot perhatian publik seperti terlihat dari berita di media massa dan trending topics selama lima hari di media sosial. "Tahun lalu, jumlah wisman yang mengunjungi NTT mencapai 112.433 orang, naik 15% dari tahun sebelumnya," ungkap Marius.

NTT menargetkan jumlah wisatawan tahun 2017 menembus satu juta, naik dari 882.395 tahun 2016. Sebuah perkembangan menggembirakan adalah meningkatnya wisatawan domestik yang mengunjungi Flores.

Pada tahun 2016, jumlah wisatawan Nusatantara (wisnus) yang melancong ke NTT 769.962. Dengan penerbangan langsung Garuda untuk rute Jakarta-Labuan Bajo dan penambahan armada sejumlah maskapai penerbangan, wisnus yang datang ke NTT tahun ini bakal melampaui satu juta.

--- Sandy Romualdus

Komentar