Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

INTERNASIONAL Tempuh Jarak 146 Juta Km, Robot InSight Mendarat Sempurna di Planet Mars 27 Nov 2018 12:33

Article image
Wahan InSight sukses mendarat di permukaan planet Mars. (Foto: Wired)
Wahana InSight buatan NASA ini mulai diluncurkan pada 5 Mei 2018. Wahana serupa buatan NASA sebelumnya sukses mendarat di permukaan Mars pada tahun 2012 yang dikenal dengan sebutan Curiosity.

SUASANA ruang kontrol di kampus Jet Propulsion Laboratory di California riuh rendah. Para insinyur yang terlibat dalam misi pendaratan robot Interior Exploration using Seismic Investigations, Geodesy and Heat Transport (InSight) meluapkan kegembiraan dengan tepukan tangan dan pelukan kegembiraan.

Detik-detik menegangkan akhirnya terlewatkan sudah. Setelah menempuh jarak 146.000.000 km selama lebih dari enam bulan, robot InSight mendarat dengan mulus di permukaan planet Mars.

"Kami telah melakukan semua persiapan yang mungkin dapat kami pikirkan untuk memastikan bahwa entri (masuk menembus atmosfer Mars), penurunan dan pendaratan (EDL) berjalan semulus yang kami bayangkan," jelas manajer proyek Tom Hoffman seperti dikutip dari BBC Indonesia.

Tepat seperti yang sudah diprediksi sebelumnya, Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, berhasil mendaratkan wahana robot baru di permukaan planet Mars setelah melewati periode tujuh menit yang sangat menentukan.

InSight mendarat di permukaan Planet Merah sekitar pukul 19:50 GMT atau 02:50 WIB, Selasa (27/11) dini hari.

Wahana InSight buatan NASA ini mulai diluncurkan pada 5 Mei 2018. Wahana serupa buatan NASA sebelumnya sukses mendarat di permukaan Mars pada tahun 2012 yang dikenal dengan sebutan Curiosity.

InSight mendarat di area yang dikenal dengan Elysium Planitia, dekat dengan ekuator planet.

Wahana ini membawa seperangkat instrumen, sebagian dari Eropa, dalam upaya mengetahui struktur dalam dari planet berbatu itu.

Sempat muncul kekhawatiran tentang pendaratan karena InSight harus bisa lolos dari 'tujuh menit teror', waktu yang diperlukan wahana untuk memasuki atmosfer tipis Mars dengan kecepatan hipersonik untuk melambat hingga kecepatan jalan kaki lalu dengan lembut menempatkan diri di permukaan Mars.

"Sebagai manusia, sebagai penjelajah, peluangnya kurang dari 50%," kata kepala sains Nasa, Thomas Zurbuchen.

"Pergi ke Mars adalah hal yang benar-benar sangat sulit."

 

Kerja keras para insinyur

InSight menggunakan berbagai hal yang mirip dengan wahana penjelajah NASA sebelumnya, Phoenix.

Antara lain, kombinasi perisai panas, parasut dan retro-roket yang terbukti sangat sukses dalam mendaratkan wahana Phoenix di kutub utara Mars pada tahun 2007.

"Tapi Mars sebagai planet tidak selalu 'ramah'. Saya pikir tim kami sudah siap; pesawat luar angkasa kami sudah siap. Yang kami tidak tahu apakah Mars siap," katanya kepada BBC News.

Setelah mendarat sempurna, Insight diprogram untuk mengambil gambar secara cepat dari lingkungan terdekatnya, yang bisa sampai ke bumi dalam rentang 30 menit pertama wahana itu berada di permukaan Mars.

 

Misi InSight

Pendaratan wahana Insight kali ini akan menjadi ekspedisi pertama yang mengkhususkan penyelidikannya untuk memahami interior planet Mars.

Para ilmuwan ingin tahu bagaimana dunia dibangun, dari intinya hingga ke keraknya. InSight memiliki tiga eksperimen utama untuk mencapai tujuan ini.

Yang pertama adalah paket seismometer buatan Prancis-Inggris yang akan diangkat di permukaan untuk mendengarkan 'Marsquakes,' 'kegempaan Mars'. Getaran-getaran ini akan mengungkapkan di mana lapisan-lapisan batu itu berada dan terbuat dari apa.

"Tikus mondok' Jerman akan menggali hingga lima meter ke bawah tanah untuk mencatat suhu planet. Hal ini akan memberi gambaran tentang seberapa aktif planet Mars.

Dan percobaan ketiga akan menggunakan transmisi radio untuk menentukan dengan tepat bagaimana planet itu bergerak pada porosnya.

 

Tentang InSight

Seperti dikutip dari mars.nasa.gov, Jet Propulsion Laboratory mengelolah InSight untuk Direktorat Misi Ilmu Pengetahunan (Science Mission Directorate) milik NASA. InSight adalah bagian dari Discovery Program NASA, dikelolah oleh Marshall Space Flight Center di Huntsville, Alabama. Lockheed Martin Space yang berpusat di Denver membangun wahana InSight.

Beberapa negara Eropa turut mendukung misi InSight, di antaranya France's Centre National d'Études Spatiales (CNES), the Institut de Physique du Globe de Paris (IPGP) dan the German Aerospace Center (DLR).

CNES dan IPGP bertugas menyediakan instrumen the Seismic Experiment for Interior Structure (SEIS), dengan kontribusi yang signifikan dari Max Planck Institute for Solar System Research (MPS) di Jerman, the Swiss Institute of Technology (ETH) di Swiss, Imperial College and Oxford University di Inggris, dan JPL.

DLR bertugas menyediakan instrument Heat Flow and Physical Properties Package, dengan kontribusi signifikan dari the Space Research Center (CBK) of the Polish Academy of Sciences and Astronika di Polandia. Sedangkan Centro de Astrobiología (CAB) di Spanyol bertugas menyuplai sensor angin.

 

--- Simon Leya

Komentar