Breaking News

REGIONAL Terangi 18 Desa Terpencil di NTT, PLN Kucurkan Rp 20,8 Miliar 27 Jun 2021 11:40

Article image
Peningkatan jaringan listrik ke desa-desa 3T. (Foto: Dok.PLN)
Dengan total investasi Rp 20,8 miliar, sekitar 742 warga di 18 desa tersebut telah menikmati listrik.

KUPANG, IndonesiaSatu.co-- Usai bencana badai siklon tropis seroja pada April 2021 lalu, PT. PLN (Persero) bergerak cepat melistriki 18 desa Terluar, Tertinggal, dan Terdepan (3T) di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui program listrik desa. 

Dengan total investasi Rp 20,8 miliar, sekitar 742 warga di 18 desa tersebut telah menikmati listrik.

Dengan kata lain, PLN menginvestasikan Rp 28 juta untuk melistriki tiap warga di desa tersebut. Tingginya biaya investasi disebabkan lokasi 18 desa yang terisolir.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, Agustinus Jatmiko, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan bentuk komitmen PLN untuk melistriki desa 3T demi mewujudkan energi berkeadilan hingga ke pelosok negeri.

“Sesudah pemulihan pasca-bencana, PLN kebut melistriki desa-desa dari April hingga pertengahan Juni 2021 telah berhasil melistriki 18 desa tersebar di NTT," ujar Jatmiko dalam keterangan resmi kepada media ini, Jumat (25/6/2021).

Adapun 18 desa yang sudah menikmati listrik tersebut tersebar di Pulau Flores; yaitu Desa Boafeo, Desa Wologai, Desa Focoloderawe, Desa Nagerawe; di Sumba ada Desa Bolora; di Kalabahi ada Desa Welai Selatan, Desa Tominuku, Desa Fuisama, Desa Malaipea.

Kemudian di Kabupaten Sabu, ada Desa Tada, Desa Bebae, Desa Loborui, Desa Waduwalla, Desa Eikare, Desa Raerobo, Desa Daiano, Desa Matei, dan di Kabupaten TTS, dan Desa Kaeneno.

Untuk melistriki ke 18 desa tersebut, lanjut Jatmiko, PLN membangun Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 62,79 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Menengah (JTM) 46,09 kms, 18 Gardu dengan kapasitas 900 kVA.

Saat ini, rasio elektrifikasi untuk wilayah NTT mencapai 88,37 persen per Mei 2021 dan rasio desa Berlistrik telah mencapai 96,21 persen per Mei 2021.

Sementara itu, Jatmiko mengaku program listrik desa ini membutuhkan sinergi dan kerja ekstra, terutama dalam hal pengangkutan tiang ke lokasi karena medan yang cukup sulit, sehingga sebagian material itu dibawa secara manual dibantu warga desa setempat.

"Kami ucapkan terima kasih kepada warga yang sudah dengan sukarela membantu kami," ungkapnya.

Jatmiko juga mengapresiasi dukungan pemda dalam mempercepat penyaluran listrik ke desa-desa terpencil.

"Kami berharap dukungan pemerintah daerah khususnya pada kemudahan perizinan pembangunan serta saat penarikan kabel dan penentuan lokasi gardu dapat berjalan dengan lancar," harapnya.

Mewakili masyarakat, Camat Alor Tengah Utara, Sabdi Makanlehi, mengaku bersyukur atas mengalirnya listrik di wilayahnya usai penantian panjang puluhan tahun.

“Akhirnya setelah proses yang panjang, masyarakat di sini bisa menikmati listrik dan berharap bisa dimanfaatkan dengan baik oleh warga sehingga lebih meningkatkan roda ekonomi masyarakat,” ungkap Sabdi.

PLN akan terus melakukan pembangunan infrastruktur kelistrikan ke daerah-daerah yang belum mendapatkan aliran listrik PLN melalui program listrik desa. Diharapkan Kehadiran listrik desa bisa membuat warga lebih produktif, menggerakkan perekonomian sehingga kesejahteraan warga desa kian meningkat.

--- Guche Montero

Komentar