Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

NASIONAL Terbaru! Ribuan Aktivis Reformasi 98 Minta Pemerintah Bubarkan PKS 30 May 2018 10:43

Article image
Diskusi dan konsolidasi aktivis reformasi 1998 menentang radikalisme dan terorisme. (Foto: Ist)
Tujuan dari bertemunya para aktivis adalah mendesak pemerintah untuk secara tegas membasmi terorisme dan radikalisme. Salah satunya adalah dengan membubarkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

JAKARTA, IndonesiaSatu.coRibuan aktivis yang berkontribusi memperjuangkan reformasi pada 1998 berkumpul di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (29/5/2018).

Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua Progres 98 Faizal Assegaf, Adian Napitupulu, Anggota DPR RI Komisi III Masinton Pasaribu, Progres 98, Eli Salomo, Hengki Irawan, Nuryaman Berry, Syarikat 98, Abdullah dan Wahab Talaohu.

Tujuan dari bertemunya para aktivis adalah mendesak pemerintah untuk secara tegas membasmi terorisme dan radikalisme.

Pada kesempatan itu, Ketua Progres 98 Faizal Assegaf mengatakan, dirinya akan menempuh jalur hukum untuk membubarkan salah satu partai politik. Hal itu karena partai politik tersebut dianggap mendukung gerakan-gerakan terorisme.

Selain itu, Faizal menganggap membubarkan suatu partai politik bukanlah perkara yang sulit atau susah buat dirinya.

"Kalau Soekarno bisa membubarkan Masyumi, Orde Baru bubarkan PKI, gerakan reformasi harus bubarkan PKS," kata Faizal sebagaimana dikutip merdeka.com.

Lalu, dengan nada yang lantang dan menggebu-gebu, Faizal pun bertanya kepada ribuan aktivis 98 yang hadir dalam acara tersebut.

"Saya mau tanya jujur. Apakah kita datang di sini untuk tujuan bubarkan PKS?" tanyanya yang disambut teriakan setuju.

"Jika satu hati, maka saya langsung pada langkah operasionalnya. Saya ingin mengatakan kepada saudara sekalian, baru 20 tahun saya bisa berkumpul sama Masinton, Wahab, Adian, kita tak bisa berkumpul. Tapi, hari ini kita berkumpul karena memiliki musuh bersama. Musuh bersama dengan meminjam mulut saya, bahwa semua sepakat bubarkan," ujarnya dengan disambut teriakan 'PKS'.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini sebelumnya telah dilaporkan oleh Faizal Assegaf ke Polda Metro Jaya pada Senin (21/5/2018) lalu. Rabu (30/5/2018) besok, dirinya akan diperiksa oleh penyidik untuk dimintai keterangan.

"Besok saya akan di-BAP. Akan saya masukkan data soal puisi presiden PKS memuji gembong teroris, Osama Bin Laden. Kemudian saya masukin data soal pola rekrutmen partai mendidik orang radikalis. Semua akan kami serahkan," tandasnya. 

Ketika diberikan kesempatan, Hengki Irawan, salah satu aktivis 98 mengatakan, sudah banyak paham-paham asing yang saat ini menjadi musuh dan berpotensi merongrong kehidupan bernegara.

"Seperti ideologi transnasional, Hizbut Tahrir, Ikhawanul Muslimin. Semuanya berakar di negara-negara Timur Tengah. Dan saat ini mengancam negara Indonesia," katanya di Grand Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Selasa (29/5/2018).

Menurutnya, Indonesia sudah menjadi sasaran atau target penduduk Islam garis keras. Karena Indonesia telah menjadi negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia.

"Sehingga dia tak mau menyia-nyiakan. Apakah itu dari proksi dari negara barat? Itu harus kita buktikan. Karena kekuatannya berasal dari kekuatan modal dan fundamental yang mengancam kita," ujarnya.

Hengki pun mengungkapkan, banyak kelompok transnasional yang membawa Indonesia mundur ke abat pertengahan.

"Pemunduran ideologi, cara berpikir. Kita diajarkan agama untuk menjadi orang yang baik kepada sesama. Tapi mereka menggunakan agama untuk menjadi jahiliyah dan orang bodoh," tegasnya.

--- Redem Kono

Komentar