Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

HUKUM Terbukti Jadi Penggerak Terorisme, Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati 22 Jun 2018 21:27

Article image
Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan vonis hukuman mati kepada Aman Abdurrahman (Foto: news.detik.com)
Aman terbukti melakukan tindak pidana terorisme sebagaimana Pasal 14 jo Pasal 6 UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan vonis hukuman mati kepada Aman Abdurrahman alias Oman Rochman alias Abu Sulaiman bin Ade Sudarman. Aman terbukti menjadi penggerak sejumlah teror di Indonesia termasuk bom Thamrin pada 2016 lalu.

Menurut majelis hakim, seperti dilansir news.detik.com, Aman Abdurrahman terbukti menggerakkan aksi teror bom Gereja Oikumene di Samarinda pada 13 November 2016, bom Thamrin pada Januari 2016, bom Kampung Melayu pada 24 Mei 2017, penusukan polisi di Sumatera Utara (Sumut) pada 25 Juni 2017, serta penembakan polisi di Bima pada 11 September 2017.

"Menyatakan terdakwa Aman Abdurrahman terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana terorisme. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana mati," ujar hakim ketua, Akhmad Jaini saat membacakan amar putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (22/6/18).

Sidang vonis tersebut dipimpin Hakim Ketua Akhmat Zaini dengan empat anggotanya yakni Irwan, H. Ratmoho, Aris Bawono dan Sudjarwanto.

Pengaruh Aman yakni menggerakkan teror dimulai dari terbentuknya Jamaah Ansharut Daulah (JAD). JAD memiliki struktur wilayah di antaranya daerah Kalimantan, Ambon, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jabodetabek, dan Sulawesi, yang diketahui memiliki kegiatan mendukung daulah islamiyah dan mempersiapkan kegiatan amaliah jihad.

Terdakwa Aman, sebagaimana fakta dalam surat tuntutan, diposisikan para pengikutnya sebagai rujukan ilmu. Aman menyebarkan pengaruh lewat anjuran langsung, buku 'Seri Materi Tauhid', situs internet, dan rekaman audio.

Aman terbukti melakukan tindak pidana terorisme sebagaimana Pasal 14 jo Pasal 6 UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

--- Guche Montero

Komentar