Breaking News

PENDIDIKAN Terharu saat Orang Tua Pindahkan Kucir Toga, Anas Mbere: Terima Kasih 'Ine-Ema' 27 Oct 2020 12:32

Article image
Oraang tua wisudawati memindahkan kucir toga pada Acara Wisuda Online Uniflor Ende. (Foto: Che)
"Kami bangga dan terharu karena meski hanya bekerja sebagai petani, anak kami bisa meraih Sarjana. Intinya, mereka punya bekal untuk masa depan dan mencari kerja. Semoga bisa berguna untuk banyak orang," ungkap mama Paulina.

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Moment kebahagiaan meliputi segenap orang tua dari 374 wisudawan-wisudawati periode Genap 2019/2020 Universitas Flores (Uniflor) yang hari ini, Selasa (27/10/2020) menggelar acara Wisuda untuk 374 Sarjana Muda dari 14 Program Studi (Prodi) secara online.

Pasalnya, dengan pertimbangan Protokol Kesehatan Covid-19 dan menggelar acara Wisuda secara online, para orang tua diberi mandat secara resmi oleh pihak Senat Uniflor untuk memindahkan kucir toga kepada masing-masing wisudawan-wisudawati di rumah mereka masing-masing.

Moment haru dan penuh bahagia itu juga dirasakan oleh salah satu wisudawati Prodi Matematika, Anastasia Mbere.

Tiba moment saat kedua orang tuanya yang bekerja sebagai petani di Desa Kobaleba, Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende, Anas tak bisa menahan haru dan tangis.

"Terima kasih ine-ema (bapa-mama, red). Kalian luar biasa. Hanya gelar Sarjana yang bisa saya persembahan pada hari yang istimewa ini untuk membalas segala pengorbanan dan jerih lelah kalian. Dari ketulusan hati dan doa kalian, saya bisa optimis menatap masa depan dengan bekal Sarjana," ujar Anas terharu.

Putri bungsu dari pasangan Hendrikus Nalo dan Paulina Ndare ini mengaku, sebelum menempuh pendidikan di Uniflor, dirinya sempat bekerja sebagai karyawan (distributor) di CV. Bintang Terang Ende selama hampir 5 tahun.

"Karena kemampuan ekonomi orang tua yang pas-pasan, saya harus mencari kerja membantu orang tua karena sedang berjuang membiayai dua orang kakak yang juga sedang kuliah. Karena niat, saya lalu lanjut kuliah meski sudah terlambat beberapa tahun dari teman-teman angkatan SMA," kenang Anas.

Anas mengaku termotivasi dari perjuangan orang tua dan teman-teman yang tidak putus asa dan pantang menyerah.

"Saya yakin, berkat dukungan orang tua, keluarga dan teman-teman, saya bisa meraih gelar Sarjana. Dan hari ini saya sangat bangga, bahagia dan terharu saat orang tua sendiri yang memindahkan toga. Terima kasih," katanya.

Bangga dan Bahagia

Perasaan senada dirasakan oleh kedua orang tua dan bapa-mama kost, Karel Teda dan Ella Teku selama Anas mengenyam pendidikan di Uniflor.

"Kami bangga dan terharu karena meski hanya bekerja sebagai petani, anak kami bisa meraih Sarjana. Intinya, mereka punya bekal untuk masa depan dan mencari kerja. Semoga bisa berguna untuk banyak orang," ungkap mama Paulina.

"Sebagai orang tua, kami mendukung kemauan anak untuk sekolah dan kuliah. Dengan ekonomi tang pas-pasan, akhirnya kami boleh berbangga ketika anak kami bisa berhasil meraih gelar Sarjana," tambah Hendrikus.

Kesan senada diutarakan mama Ella Teku yang selama empat tahuj mengenal Anas.

"Dia selalu jadi panutan untuk adik-adik kost. Boleh dikatakan, dia mahasiswi plus karena terlibat aktif dalam kegiatan rohani di KUB dan kegiatan kemasyarakatan. Anaknya tekun, berkomitmen, jujur, sederhana, rendah hati dan pantang menyerah. Dia sangat bisa diandalkan, kami bangga," kesan mama kost, Ella Teku.

Diketahui, Universitas Flores (Unflor) Ende, menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Periode genap 2019/2020 untuk 374 Sarjana Muda dari 14 Program Studi (Prodi) secara online.

--- Guche Montero

Komentar