Breaking News

NASIONAL Terima Kasih dan Apresiasi Batik Air kepada Anthonius 01 Oct 2018 09:34

Article image
Anthonius Gunawan Agung, petugas Airnav (menara kontrol) Bandara Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie, Palu. (Foto: Tribun News)
Anthonius Gunawan Agung rela mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan seluruh penumpang pesawat Airbus A320 Batik Air yang dipiloti Kapten Ricosetta Mafella.

JAKARTA, IndonesiaSatu.coDi antara ratusan korban gempa dan tsunami yang melanda Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, tersebutlah nama Anthonius Gunawan Agung.

Anthonius adalah pemuda yang juga petugas Airnav (menara kontrol) Bandara Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie, Palu.  

Ia rela mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan seluruh penumpang pesawat Airbus A320 Batik Air dengan nomor penerbangan ID65231 yang dipiloti Kapten Ricosetta Mafella.

Atas aksi heroiknya itu, maskapai Batik Air menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas tanggung jawab serta dedikasinya yang sempat memberikan komando izin terbang kepada pilot pesawat bernomor ID-6231.

 “Almarhum telah memberikan komando untuk lepas landas hingga menunggu pesawat Airbus A320-200 mengudara tetap sesuai standar operasi prosedur,” kata Chief Executive Officer (CEO) Batik Air Capt. Achmad Luthfie dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (30/9/2018).

Anthonius sedang bertugas ketika terjadi gempa. Batik Air ID-6231 yang memperoleh izin terbang dari Anthonius dari Bandar Udara Mutiara SIS Al-Jufri Palu, Jumat (28/9/2018) pada pukul 17.55 Wita sesuai jadwal, mendarat dengan selamat di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, pukul 19.00 Wita.

Saat itu, Batik Air sedang membawa tujuh kru pesawat dan 148 penumpang. Batik Air dan anggota Lion Air Group mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kejadian bencana alam yang melanda Kota Palu, Kabupaten Donggala dan wilayah Sulawesi Tengah lainnya.

Kisah heroik ini juga disampaikan oleh Manajer Humas AirNav Indonesia, Yohanes Sirait, pada Sabtu,(29/9/2018)

"Saat gempa terjadi, beliau (Gunawan Agung) telah memberikan clearing kepada Batik Air untuk lepas landas dan menunggu pesawat tersebut airborne dengan selamat sebelum akhirnya meninggalkan cabin tower ATC," tutur Manajer Humas AirNav Indonesia, Yohanes Sirait, pada Sabtu,(29/9/2018)

Sebagaimana dilansir Tribunnews.com, Minggu (30/9/2018), setelah memastikan pesawat Batik Air yang dipandunya mengudara, Antonius sempat keluar dengan melompat dari tower ATC berlantai 4 tersebut. Pasalnya, lantai di bawahnya telah roboh.

Akibat nekat melompat, Agung pug mengalami patah kaki dan sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat menggunakan helikopter.

Akan tetapi, rumah sakit di Palu menolaknya karena tidak memungkinkan untuk merawatnya. Agung kemudian dijemput helikopter untuk dibawa ke Kalimantan. Sayangnya, luka parah yang dideritanya membuat nyawa Agung tak tertolong.

 

--- Simon Leya

Komentar