Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

PENDIDIKAN Terima Perwakilan OSIS SMA Se-Indonesia, Jokowi Bicara tentang Kepemimpinan 04 May 2018 05:07

Article image
Presiden Jokowi sedang berbincang dengan para ketua OSIS seluruh Indonesia. (Foto: Ist)
Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan, para peserta semuanya adalah yang terpilih di sekolahnya, dan dari ketua-ketua OSIS yang ada, mereka dipilih lagi untuk bisa hadir di Istana Bogor ini.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima perwakilan siswa-siswi OSIS SMA Berprestasi se-Indonesia peserta Program Kawah Kepemimpinan Pelajar, di halaman belakang Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (3/5/2018) pagi.

Sebanyak 272 siswa dan siswi itu diajak keliling Istana oleh Presiden yang memakai jaket hitam dengan logo Asian Games 2018.

“Saya mau mengajak muter-muter Istana Bogor, mau ndak?” sapa Presiden kepada seluruh siswa-siswi yang hadir, yang langsung dijawab, “Mau,” oleh seluruh peserta.

Usai berdialog, Presiden mengajak siswa siswi untuk mengisi video blog (vlog) Presiden.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan, para peserta semuanya adalah yang terpilih di sekolahnya, dan dari ketua-ketua OSIS yang ada, mereka dipilih lagi untuk bisa hadir di Istana Bogor ini.

“Ini adalah dalam rangka program Kawah Kepemimpinan Pelajar tahun 2018,” kata Presiden Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga bertanya kepada para siswa mengenai kepemimpinan, “Anak-anakku semuanya tahu kepemimpinan itu apa sih? Apa? Kemampuan untuk mempengaruhi seseorang? Ada yang lain? Orang yang mempersatukan yang berbeda, yang mampu mengontrol dirinya sendiri. Apa? Menjadi teladan bagi banyak orang atau lebih mementingkan kepentingan umum, kepentingan masyarakat daripada kepentingannya,” ujar Presiden.

Presiden menjelaskan, menjadi pemimpin itu harusnya memberikan semangat, memberikan dorongan, memberikan inspirasi, memberikan contoh, memberikan teladan, dan bisa mengayomi. “Itulah pemimpin,” tegasnya.

Karena itu kepada peserta Kawah Kepemimpinan Pelajar 2018 yang ingin jadi bupati, ingin jadi wali kota, ingin jadi gubernur, ingin jadi menteri, Presiden mempersilakan.

“Ingin jadi pengusaha, silakan. Ingin jadi dokter, silakan. Ingin jadi presiden, silahkan,” ucap Presiden Jokowi.

Tapi Presiden mengingatkan, untuk menuju ke sebuah cita-cita itu pasti ada ujiannya. Ia menambahkan pasti ada cobaannya, pasti ada tantangannya, pasti ada rintangannya.

Itulah kenapa, lanjut Presiden, semuanya diberikan pembekalan dalam Kawah Kepemimpinan Pelajar di tahun 2018 ini.

“Agar anak-anak semuanya tahan banting, tahan uji, berani menghadapi cobaan, berani menghadapi rintangan,” tegas Presiden seraya menambahkan, tidak bisa yang namanya bermalas-malasan, bermanja-manja jadi pemimpin. 

--- Redem Kono

Komentar