Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

NASIONAL Terima PM Modi, Jokowi: Hubungan Indonesia-India Semakin Pesat 31 May 2018 05:05

Article image
PM India Narendra Modi menyalami anak-anak yang berpakaian adat. (Foto: Ist)
Dengan berkembangnya hubungan yang pesat, menurut Presiden, sudah saatnya Indonesia dan India memiliki sebuah kemitraan strategis komprehensif, yang harus diisi dengan kerja sama yang konkret.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Kunjungan kenegaraan yang dilakukan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi ke Indonesia memberikan energi baru bagi hubungan bilateral kedua negara yang akan berusia 70 tahun,  tahun depan.

Hal ini disampaikan Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada pertemuan bilateral delegasi kedua negara, di  Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (30/5/2018) pagi.

“Kunjungan ini sangat tepat waktunya di tengah munculnya banyak ketidakpastian di dunia,” ujar Jokowi.

Presiden berharap kemitraan antara Indonesia dan India akan dapat memberikan kontribusi bagi stabilitas, bagi perdamaian, dan bagi kesejahteraan dunia.

“Dalam konteks bilateral, saya senang melihat kemajuan hubungan India dan Indonesia,” ujar Presiden Jokowi.

Dengan berkembangnya hubungan yang pesat, menurut Presiden, sudah saatnya Indonesia dan India memiliki sebuah kemitraan strategis komprehensif, yang harus diisi dengan kerja sama yang konkret, dan dapat diwujudkan melalui peningkatan interaksi, termasuk pada tingkat leaders.

“Mari kita sambut kemitraan strategis komprehensif ini dengan bekerja lebih keras bagi terwujudnya hubungan yang terus saling menguntungkan,” seru Presiden Jokowi.

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Menteri Perhubungan Budi K. Sumadi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dan Kepala BKPM Thomas Lembong.

--- Redem Kono

Komentar