Breaking News
  • 12 parpol lama lolos verifikasi faktual
  • 150 ton bahan narkoba asal China gagal masuk ke Indonesia
  • Eropa murka, siap jawab tantangan perang dagang Donald Trump
  • KM Pinang Jaya tenggelam di Laut Jawa akibat cuaca buruk
  • Presiden Jokowi masih pertimbangan Plt Gubernur dari Polri

HANKAM Terkait Aksi Penyerangan Gereja di Yogja, PMKRI: Negara Harus Hadir! 11 Feb 2018 14:50

Article image
Mandataris MPA/Formatur Tunggal/Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI, Juventus Prima Yoris Kago (Foto: Dok. PMKRI)
“PMKRI mendesak agar Negara hadir dan melakukan upaya-upaya preventif guna mencegah gerakan intoleran yang terjadi secara tidak manusiawi dan merampas hak dan kebebasan orang lain dengan alasan dan tujuan terselubung yang terkesan misterius. Negara harus

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Mandataris MPA/Formatur Tunggal/Ketua Presidium Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) periode 2018-2020, Juventus Prima Yoris Kago turut menanggapi peristiwa penyerangan oleh oknum tidak dikenal kepada umat Katolik di gereja Santa Lidwina, Gedog, Yogjakarta, Minggu (11/2/18).

Sesuai rilis yang diterima media ini, Juventus dalam pernyataan sikap PMKRI, selain mengecam aksi intoleran tersebut juga menuntut kehadiran Negara secara nyata dalam melindungi hak dan kebebasan setiap warga negara termasuk hak warga negara dalam menjalankan ajaran agamanya.

“PMKRI secara tegas mengecam aksi intoleran yang ingin memecah belah persatuan, kerukunan, perbedaan dan kemajemukan di Indonesia.  Setiap warga Negara Indonesia memiliki hak-hak asasi yang dilindungi oleh Undang-Undang Dasar termasuk kebebasan menjalankan nya ibadah menurut agama dan kepercayaannya,” ungkap Juventus.

Selain menyatakan rasa empati yang mendalam terhadap peristiwa tersebut, PMKRI, lanjut Juventus menuntut kehadiran Negara untuk menjamin dan melindungi hak dan kebebasan setiap warga negara dari ancaman intoleran.

“PMKRI mendesak agar Negara hadir dan melakukan upaya-upaya preventif guna mencegah gerakan intoleran yang terjadi secara tidak manusiawi dan merampas hak dan kebebasan orang lain dengan alasan dan tujuan terselubung yang terkesan misterius. Negara harus hadir secara nyata untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi setiap warga maupun segenap umat beragama dari segala bentuk tindakan intimidatif dan destruktif,” demikian sikap PMKRI dalam rilis.

Juventus juga menghimbau kepada setiap anggota PMKRI se-Indonesia untuk tetap waspada dan tidak terprovokasi dengan peristiwa ini serta menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwenang untuk menyikapi peristiwa ini.

“Saya mengharapkan agar segenap anggota PMKRI se-Indonesia agar tidak terprovokasi dengan peristiwa yang terjadi. Tentu pihak yang berwenang dapat bertindak responsif dan mengatasi peristiwa ini secara tuntas. Saya juga mengharapkan dukungan terhadap kader-kader PMKRI Cabang Jogjakarta yang telah turun ke lokasi dan ikut mendampingi umat di Gereja Santa Lidwina. Tentu hal itu dilakukan sebagai bentuk solidaritas PMKRI termasuk ikut mendukung pihak kepolisian dalam menjaga kondusivitas di sekitar lokasi kejadian,” tandas Juventus.

--- Guche Montero

Komentar