Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

BERITA Terkait Aliran Dana MCA, PPATK Belum Kantongi Permintaan Polri 10 Mar 2018 02:22

Article image
Bareskrim Polri saat merilis para pelaku penyebar hoakx dan ujaran kebencian oleh kelompok yang menyebut Muslim Cyber Army (MCA) (Foto: Kompas.com)
"Kami belum menerima permintaan penelusuran dana MCA. Permintaan penelusuran dari Polri penting. Sebab, dengan itu PPATK bisa mendapatkan informasi terkait aliran dana dari sindikat MCA tersebut," ujar Kepala PPATK, Kiagus Ahmad Badaruddin.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) belum menerima permintaan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk menelusuri aliran dana sindikat penyebar isu-isu provokatif, The Family Muslim Cyber Army (MCA).

"Kami belum menerima permintaan penelusuran dana MCA. Permintaan penelusuran dari Polri penting. Sebab, dengan itu PPATK bisa mendapatkan informasi terkait aliran dana dari sindikat MCA tersebut," ujar Kepala PPATK, Kiagus Ahmad Badaruddin di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (7/3/18).

Meski belum menerima permintaan dari Polri, PPATK meyakini kemungkinan sudah ada koordinasi petugas tingkat bawah terkait dengan tindak lanjut pengungkapan aliran dana MCA. PPATK menilai, “PPATK bukannya tidak bisa kerja sendiri. PPATK bisa saja melakukan penelusuran dana MCA dengan inisiatif sendiri. Namun, bila ada data dari Polri, maka proses penelusuran bisa lebih cepat rampung karena didukung dengan data yang lengkap. Jadi, secara pastinya belum ada permintaan, tetapi barangkali di tingkat bawah sudah ada koordinasi," ujarnya.

Kiagus mengatakan bahwa untuk menelusuri aliran dana, tidak perlu waktu lama guna membongkar aliran dana tersebut. Sebab sebelumnya, PPATK pernah menelusuri kasus yang sama kepada kelompok serupa yakni Saracen.

“Saat itu, dibutuhkan waktu satu sampai dua bulan untuk mengungkap aliran dananya. Itu saya kira tidak terlalu lama. PPATK perlu melihat lebih dahulu tingkat kesulitan penelusuran dana MCA. Kalau aliran dana MCA menggunakan sistem perbankan, maka penelusuran dinilai akan lebih mudah. Akan tetapi, jika mewacanakan transaksi tunai, uangnya, tentu kami memerlukan effort yang lebih sulit. Mungkin harus koordinasi atau menerima pemberitahuan dari intelijen terkait bidang keuangan," kata Kiagus.

Sebeumnya, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto mengapresiasi kerja kepolisian dalam membongkar sindikat MCA. Meski demikian, ia memastikan bahwa kerja kepolisian tidak akan berhenti di situ. Polisi akan menindaklanjuti sindikat tersebut hingga berhasil menangkap penyandang dana MCA hingga otak di balik sindikat tersebut.

"Kejahatan siapa pun yang membantu dengan cara apa pun, ada hukum yang memproses. Apakah bantuan itu dukungan, penyandang dana, master mind-nya, itu akan diusut tuntas. Penyebaran isu-isu provokatif seperti yang diakukan oleh MCA akan mengganggu kehidupan masyarakat. Karena itu, perlu ada tindakan yang tegas dari kepolisian. Tindakan tegas kepolisian, bukanlah bentuk dari kesewenang-wenangan aparat penegak hukum kepada masyarakat, melainkan bentuk penegakan hukum," ujar Wiranto.

--- Guche Montero

Komentar