Breaking News
  • Banjir landa 21 kelurahan di Tebing Tinggi
  • Imigrasi Ngurah Rai beri "exit pass" seminggu bagi wisman
  • Jokowi: Kawasan GBK Harus Jadi Ruang Publik Bagi Masyarakat
  • PVMBG: gas SO2 Gunung Agung menurun
  • Sebanyak 50 ton ikan Danau Maninjau mati

REGIONAL Terkait Hilangnya Romo Mar Rada, Ini Tuntutan PMKRI Maumere 28 Dec 2017 18:20

Article image
ketua Presidium PMKRI Cabang Maumere, Bentho Ranny (Foto: Doc. Marga)
“Kejadian yang menimpa Romo Mar Rada O’Carm, biarawan Karmel Komisariat Indonesia Timur bukan hanya melibatkan tanggung jawab internal biara (Karmel) melainkan publik (umat) seluruhnya. Karena itu, siapa pun termasuk PMKRI merasa memiliki tanggung jawab

MAUMERE, IndonesiaSatu.co-- Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere turut menyatakan sikap solidaritas terkait kejadian naas, hilangnya Romo Yohanes Marthianus Rada O’Carm sejak Selasa (19/12/17) lalu.

“Kejadian yang menimpa Romo Mar Rada O’Carm, biarawan Karmel Komisariat Indonesia Timur bukan hanya melibatkan tanggung jawab internal biara (Karmel) melainkan publik (umat) seluruhnya. Karena itu, siapa pun termasuk PMKRI merasa memiliki tanggung jawab (solidaritas) universal menyikapi kejadian naas ini,” ungkap Ketua Presidium PMKRI Cabang Maumere, Bentho Ranny, Jumat (28/12/17).

Bentho menegaskan bahwa sikap solidaritas PMKRI ditujukan kepada Pimpinan Biara Karmel agar segera menggelar konferensi pers secara terbuka guna menindaklanjuti pengusutan kasus tersebut.

“Kami mendesak Pimpinan Biara Karmel Komisariat Indonesia Timur untuk segera menggelar konferensi pers terkait kejadiaan naas tersebut. Hal itu penting sebagai rujukan informasi baik bagi kepentingan penyelidikan pihak kepolisian, akurasi pemberitaan media serta menghindari asumsi dan perspektif publik. Jangan sampai semua orang bebas berasumsi dan menafsir tanpa pernyataan resmi dari pimpinan biara. Diharapkan agar ada tindak lanjut dari pihak Biara setelah penghentian pencarian oleh Tim SAR Maumere,” tegas Bentho.

Senada Ketua Presidium, Wae Yohanes selaku Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI Maumere mengatakan bahwa PMKRI Maumere siap berkoordinasi dengan pihak biara, keluarga korban, kepolisian dan pihak lain untuk membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) terhadap kejadian yang masih terkesan asumtif dan misterius ini.

“PMKRI akan berkoordinasi dengan pihak biara, keluarga korban, kepolisian dan pihak lain  agar dibentuk TPF. Diharapkan, rujukan informasi dari pimpinan biara dapat menjadi titik terang pengungkapan kasus misterius ini,” lanjut Yohan.

Menanggapi simpang siur informasi di balik kejadian misterius ini, Yohan menuturkan bahwa hal itu menjadi kewenangan pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan seturut kronologis dan beberapa petunjuk alat bukti yang ada.

“Pada prinsipnya sikap ini murni sebagai bentuk solidaritas PMKRI tanpa tendensi yang sifatnya asumtif. Jika opini yang berkembang sangat beragam, sangat dipahami karena tidak ada rujukan pernyataan dari pimpinan Biara. Jangan sampai publik memberikan kesimpulan bahwa korban tenggelam di laut karena alasan sedang melakukan terapi, sementara hal itu tidak dapat dibuktikan. Diharapkan ada titik terang (hasil) penyelidikan di balik kejadian naas ini dan bukan berdasarkan opini dan asumsi,” pungkas Yohan. 

--- Guche Montero

Komentar