Breaking News

NASIONAL Terkait Izin Aktivitas Warga Usia di Bawah 45 Tahun, Melki Laka Lena: Perlu Diawasi Ketat 13 May 2020 19:51

Article image
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dan Ketua DPD Golkar NTT, Melki Laka Lena. (Foto: Ist)
"Dapat dipahami, pemberian izin untuk kembali bekerja ini guna mencegah PHK, pengangguran dan menggeliatkan kembali sektor ekonomi yang dikecualikan dalam PSBB," imbuh Melki.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Melki Laka Lena menilai pemberian izin aktivitas warga usia di bawah 45 tahun di tengah pandemi Corona (Covid-19), butuh pengawasan ketat.

Menurutnya, izin aktivitas hanya boleh diberikan jika warga mematuhi protokol kesehatan.

"Catatan penting yang harus dilakukan secara ketat dan disiplin adalah memastikan kepatuhan kelompok pekerja kategori sesuai protokol kesehatan yang berlaku," kata Melki dalam keterangannya, Selasa (12/5/20) seperti dilansir tribunnews.com.

Ketua DPD Golkar NTT itu meminta pelibatan aparat keamanan untuk mengawasi aktivitas warga tersebut, sehingga pengendalian Covid-19 tetap terkendali meski ada pelonggaraan saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Perpaduan kepatuhan dan kesadaran masyarakat khususnya kelompok pekerja di bawah 45 tahun dan kapasitas aparat dalam mendisiplinkan, niscaya memastikan kebijakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 berdampak positif ke aspek ekonomi, kesehatan dan sosial," katanya.

Menghindari Lonjakan PHK

Melki memahami alasan pemerintah memperbolehkan kelompok produktif beraktivitas saat wabah Corona.

Menurut Politisi Partai Golkar ini, langkah tepat diambil pemerintah demi menghindari lonjakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang akan merugikan banyak masyarakat.

"Dapat dipahami, pemberian izin untuk kembali bekerja ini guna mencegah PHK, pengangguran dan menggeliatkan kembali sektor ekonomi yang dikecualikan dalam PSBB," imbuhnya.

Sebelumnya, pemerintah akan memberikan kelonggaran aktifitas selama darurat Corona kepada warga yang berusia di bawah 45 tahun.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengatakan bahwa pertimbangan tersebut karena warga yang berumur di bawah 45 tahun memiliki fisik yang sehat.

"Kelompok muda usia di bawah 45 tahun, adalah mereka yang secara fisik sehat, punya mobilitas yang tinggi, dan rata-rata kalau pun mereka terpapar, mereka belum tentu sakit. Mereka tidak ada gejala. Kelompok ini tentunya kita berikan ruang untuk bisa beraktivitas lebih banyak lagi," kata Doni usai rapat terbatas perkembangan penanganan Covid-19,  Senin, (11/5/20).

Menurut Doni, dengan kebijakan itu potensi kelompok muda terkena PHK karena tidak bisa beraktifitas dapat dikurangi.

Seluruh dunia, sebut Doni, sedang berupaya keras menjaga keseimbangan menghindari paparan virus dan juga PHK oleh perusahaan yang terkena dampak Covid-19.

"Oleh karenanya, kami mohon bantuan dan juga kerja sama dari teman-teman media sekalian untuk bisa melakukan upaya-upaya sosialisasi agar seluruh bangsa kita bisa segera mengakhiri wabah ini," harapnya.

--- Guche Montero

Komentar