Breaking News

REGIONAL Terkait Kerumunan Warga Sikka Sambut Presiden Jokowi, DPRD: Hentikan Segala Polemik dan Kontroversi 01 Mar 2021 00:11

Article image
Presiden Jokowi saat disambut masyarakat Kabupaten Sikka, NTT. (Foto: Ist)
Manto mengharapkan agar berbagai polemik dan kontroversi yang berkembang, tidak digiring sebagai opini politis yang menyerang substansi kunjungan kerja Presiden ke bumi NTT.

MAUMERE, IndonesiaSatu.co-- "Hentikan segala polemik dan kontroversi dalam menanggapi spontanitas rasa bangga dan rindu masyarakat Kabupaten Sikka saat menyambut Presiden Jokowi. Mari bahu-membahu membantu negara dalam upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat dan keadilan sosial."

Demikian hal itu diutarakan Wakil Ketua DPRD Sikka, Yoseph Karimanto Eri, dalam diskusi daring yang digelar Rumah Kebudayaan Nusantara, Minggu (28/2/2021).

Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang akrab disapa Manto ini, sebagai Kepala Negara, kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam rangkaian agenda kunjungan kerja guna meresmikan Bendungan Napun Gete, patut diapresiasi.

"Kehadiran Presiden Jokowi di Nian Tana Sikka adalah rahmat bagi warga Siikka pada khususnya, dan NTT pada umumnya. Peresmian Bendungan Napun Gete adalah bukti kehadiran negara menjawabi kebutuhan rakyatnya melalui proyek nasional yang bersumber dari APBN. Masyarakat sangat bangga saat Pemimpin hadir di tengah mereka," nilai Manto.

Manto tak menampik bahwa konteks kerumunan di tengah pandemi Covid-19 yang menekankan social distancing, dampaknya menjadi sorotan publik dari berbagai sudut pandang argumentasi.

Meski demikian, mantan Aktivis PMKRI Cabang Maumere ini dengan tegas mengatakan bahwa konteks kerumunan warga Sikka, tidak dapat dibandingkan atau disamakan dengan konteks kerumunan massa dalam kasus Mohammad Rizieq Shihab (MRS).

"Sama sekali tidak ada motif pengarahan massa secara terorganisir, dimobilisasi bahkan terpimpin. Semuanya terjadi secara spontan, karena kerinduan dan rasa bangga warga yang ingin melihat langsung Presiden Jokowi. Jangan sandingkan dengan konteks kerumunan massa MRS yang terorganisir secara sistematis sehingga memenuhi unsur tindak pidana," sentil Manto.

Manto mengharapkan agar berbagai polemik dan kontroversi yang berkembang, tidak digiring sebagai opini politis yang menyerang substansi kunjungan kerja Presiden ke bumi NTT.

"Kesejahteraan rakyat adalah intensi luhur yang terus diperjuangkan dan diwujudkan oleh Presiden Jokowi. Rakyat NTT sungguh merasakan kehadiran negara melalui perhatian pemerintah pusat. Bendungan Napun Gete adalah mahakarya dan rahmat untuk Kabupaten Sikka Manise," simpul Alumni STFK Ledalero ini.

--- Guche Montero

Komentar