Breaking News

REGIONAL Terkait Polemik Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat NTT, FAN Beri Catatan Kritis dan Rekomendasi 28 Aug 2021 12:14

Article image
Pembahasan terkait Polemik Keberadaan Laboratorium Biomolekuler NTT di ruang rapat DPRD NTT. (Foto: Dok.FAN)
Forum Academia NTT berharap agar dengan perkembangan terbaru ini, sumbangan pemikiran yang dihasilkan Tim Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat Provinsi NTT dapat meringankan beban warga dalam menghadapi pandemi Covid-19.

KUPANG, IndonesiaSatu.co-- Polemik terkait keberadaan Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mencuat ke publik mendapat tanggapan dari berbagai kalangan baik di level Provinsi maupun Nasional.

Pada Jumat (27/8/2021), polemik tersebut dibahas di dua pertemuan.

Dalam skala provinsi NTT, pertemuan dengan para pihak terkait difasilitasi oleh Komisi V DPRD Provinsi NTT yang menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan menghadirkan perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Dinas Kesehatan Kota Kupang, Universitas Nusa Cendana dan Forum Academia NTT.

Sementara dalam pertemuan nasional, Fima Inabuy PhD, Alfredo Kono PhD, dan Elcid Li PhD, mempresentasikan peran Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat Provinsi NTT sebagai ‘laboratorium percontohan’ tingkat nasional kepada Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

Berdasarkan hasil dari kedua pertemuan itu maka, Forum Academia NTT (FAN) memberikan catatan kritis dan rekomendasi konstruktif terkait Laboratorium Kesehatan Masyarakat Provinsi NTT.

Dalam rilis yang diterima media ini, Sabtu (28/8/21), FAN memaparkan poin-poin catatan kritis dan rekomendasi (keputusan, red) sebagai berikut;

Pertama, sesuai dengan perkembangan terbaru hasil pertemuan dengan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia terkait pengembangan metode pool test sebagai metode surveillance sekolah yang
dirintis Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat Provinsi NTT, akan dikembangkan sebagai metode yang akan diadopsi secara nasional terkait bersekolah di era pandemi, maka diputuskan lokasi laboratorium tetap akan dipindahkan ke lokasi baru milik Pemerintah Provinsi
NTT yang sementara dipersiapkan.

Selama masa persiapan lokasi baru laboratorium, pelayanan tetap dijalankan di lokasi lama, hingga lokasi baru selesai dipersiapkan sesuai standar.

Selain itu, selama masa persiapan, pelayanan PCR Pool Test, tetap dijalankan seperti biasa. Untuk mengakses dan melakukan pemeriksaan, warga silahkan melakukan pendaftaran ke Bagian Humas Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat Provinsi NTT di nomor Whatsapp (WA):081339195746. Pelayanan diberikan sesuai dengan prinsip kedaruratan dan diprioritaskan bagi yang sangat membutuhkan.

Kedua, keputusan pemindahan ini dipandang perlu untuk memberikan kesempatan bagi Universitas
Nusa Cendana untuk lebih fokus mengembangkan laboratorium klinis yang dipimpin oleh dokter patologi klinis.

Ketiga, Metode pool test sebagai tehnik surveillance yang dikembangkan oleh para ahli biomolekuler di
lab ini merupakan strategi yang dirancang oleh para ahli kesehatan masyarakat dan ahli biomolekuler yang tergabung dalam FAN. Perbedaan konsep laboratorium ini membutuhkan tim kerja yang berbeda, karena tujuannya berbeda. Laboratorium Biomolekuler Kesehatan
Masyarakat Provinsi NTT lebih fokus pada skema pencegahan di masa kedaruratan, sedangkan
Universitas Nusa Cendana lebih fokus pada labotorium klinis.

Keempat, secara resmi Menteri Kesehatan RI, Budi Sadikin, meminta Dr. Fima Inabuy untuk tidak hanya
memperhatikan dan bekerja untuk wilayah NTT tetapi juga mendesain program serupa, khususnya surveillance berbasis pool test di berbagai institusi pendidikan untuk wilayah Republik Indonesia.

Kelima, dalam pertemuan dengan Menteri Kesehatan RI yang didampingi 20-an pakar kesehatan terkait, metode Pool Test yang dikembangkan Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat Provinsi NTT dipresentasikan oleh Dr. Fima Inabuy dan Dr. Alfredo Kono. Keduanya dijanjikan untuk mendapatkan bantuan alat tambahan untuk semakin mengembangkan Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat Provinsi NTT.

Keenam, Forum Academia NTT berterima kasih atas pernyataan Rektor Undana, Prof. Dr. Fred Benu, yang
menegaskan bahwa siapa pun yang melaporkan penanggungjawab Laboratorium Biomolekuler
Kesehatan Masyarakat Provinsi NTT kepada pihak Polresta Kupang, untuk segera mencabutnya.

Kami menganggap insiatif ini merupakan sebuah langkah baik demi kerjasama yang lebih optimal di masa pandemi. Surat dari Polresta yang meminta penanggungjawab laboratorium untuk menghadap, menurut kami salah alamat, sebab penanggungjawab laboratorium ini adalah Gubernur NTT.

Ketujuh, kami meminta agar Dinas Kesehatan Kota Kupang dan Pemerintah Kota Kupang segera mengaktifkan peralatan laboratorium yang sudah dikirimkan pemerintah pusat, agar pemeriksaan mandiri bisa segera dilakukan dan tanpa mengirimkan hasil swab kepada Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat Provinsi NTT.

Sebab, jika peralatan yang ada sudah dimanfaatkan, hal itu akan sangat membantu warga dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Kedelapan, kami meminta agar Dinas Kesehatan Kota Kupang dan Pemerintah Kota Kupang lebih memperhatikan prosedur administrasi dalam melakukan pengawasan laboratorium. Pihak Dinas Kesehatan seharusnya meminta pandangan dari Litbangkes Kementrian Kesehatan Republik
Indonesia sebelum melakukan aksi penutupan yang tidak prosedural.

Kesembilan, kami meminta agar Dinas Kesehatan Provinsi NTT, khususnya Kepala Dinas Kesehatan Provinsi
NTT membaca dengan saksama SK Gubernur nomor 250/KEP/HK/2020 tanggal 14 Agustus
2020, yang menyebutkan secara khusus keberadaan Forum Academia NTT sebagai pelaksana tim
pool test.

Untuk itu, kami meminta seluruh urusan terkait Laboratorium Biomolekuler Kesehatan
Masyarakat Provinsi NTT wajib mengikutsertakan Forum Academia NTT dalam pembicaraan.

Keputusan yang diambil tanpa melibatkan FAN sebagai inisiator laboratorium, kami anggap bukanlah keputusan yang adil dan bermartabat.

Kesepuluh, Forum Academia NTT tetap mempertahankan nama Laboratorium Biomolekuler Kesehatan
Masyarakat Provinsi NTT, sebagai nama yang sah dan bersejarah sejak pertama kali diresmikan oleh Menteri Kesehatan RI pada tanggal 16 Oktober 2020.

Forum Academia NTT berharap agar dengan perkembangan terbaru ini, sumbangan pemikiran yang dihasilkan Tim Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat Provinsi NTT dapat meringankan beban warga dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Adapun pihak yang terlibat dalam rumusan kritis dan rekomendasi FAN NTT yakni; Fima Inabuy PhD, Alfredo Kono PhD, Emmy Sahertian, M.Th, Dr. Hyron Fernandez, Ermi Ndoen PhD, Dr. Wilson Therik, Jonatan Lassa PhD dan Elcid Li PhD.

--- Guche Montero

Komentar