Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

INTERNASIONAL Teror Tewaskan 235 Orang, Mesir Lancarkan Aksi Balas Dendam 25 Nov 2017 13:21

Article image
Masjid Al-Rawdah, Sinai Utara, lokasi serangan teror mematikan Jumat kemarin. (Foto: faz.net)
Pemerintah Mesir langsung menerjunkan pasukan khusus untuk melancarkan serangan udara terhadap basis kelompok militan di daerah pegunungan di sekitar Bir al-Abed.

KAIRO,  IndonesiaSatu.co -- Ledakan bom dan rentetan tembakan yang dilakukan sekelompok militan di Masjid Al-Rawdah, Sinai Utara, Mesir, Jumat (24/11/2017), menewaskan sedikitnya 235 orang.

Dikutip dari Spiegel Online, Sabtu (25/11/2017), serangan bom dan tembakan bertubi-tubi itu menyasar jemaah yang baru saja menunaikan salat Jumat. Media pemerintah dan para saksi mata mengatakan, aksi tersebut merupakan serangan paling mematikan dalam sejarah Mesir di era modern.

Sejauh ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, dugaan kuat diarahkan pada kelompok militan yang berafiliasi dengan organisasi teroris ISIS. Sejak 2013 pasukan keamanan Mesir terus berupaya menumpas kelompok militan tersebut yang telah menewaskan ratusan polisi dan tentara Mesir.

Pemerintah Mesir langsung merespon aksi teror Jumat kemarin dengan menerjunkan pasukan khusus untuk melancarkan serangan udara terhadap basis kelompok militan di daerah pegunungan di sekitar Bir al-Abed.

"Pasukan militer dan polisi bersenjata lengkap akan menghancurkan basis para pelaku serangan dan segera berupaya maksimal memulihkan keamanan dan stabilitas umum," tegas Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi dalam sebuah pidato yang disiarkan televise Mesir seperti dikutip dari Spiegel Online, Sabtu (25/11/2017).

"Serangan yang terjadi adalah aksi para penjahat untuk menghentikan upaya kita dalam memerangi terorisme. Namun, mereka tidak akan bisa,” tambahnya.

Selain memburu para pelaku, pemerintah Mesir juga mengatakan akan menunda rencana pembukaan perbatasan Rafah ke Gaza karena masalah keamanan pasca serangan Jumat kemarin. Menurut rencana, pembukaan perbatasan untuk tiga hari akan diberlakukan mulai Sabtu ini (25/11/2017).

 --- Rikard Mosa Dhae