Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

INTERNASIONAL Terpilih Jadi Anggota DK PBB, Indonesia Punya Banyak Keuntungan 09 Jun 2018 13:02

Article image
Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana. (Foto: Ist)
Indonesia juga dapat berperan signifiikan bagi perjuangan kemerdekaan di Palestina. Bila memperjuangkan suatu isu, semisal kemerdekaan Palestina bisa langsung menyampaikan gagasan dan ide dalam sidang DK PBB.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Dengan terpilih sebagai  anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB, Indonesia mempunyai beberapa keuntungan dalam  diplomasi internasional, salah satunya bisa lebih aktif dalam menjaga perdamaian dunia.

"Sesuai amanat konstitusi Indonesia bisa lebih aktif dalam turut menjaga perdamaian dunia," ujar Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana di Jakarta, Sabtu, (9/6/2018) sebagaimana dikutip Antara.

Indonesia juga dapat berperan signifiikan bagi perjuangan kemerdekaan di Palestina. Bila memperjuangkan suatu isu, semisal kemerdekaan Palestina bisa langsung menyampaikan gagasan dan ide dalam sidang DK PBB.

"Bila tidak sebagai anggota Indonesia harus melobby negara yang menjadi anggota," ungkapnya.

Selain itu Indonesia lebih terangkat profilenya sebagai negara yang aktif dalam percaturan dunia, khususnya dibidang perdamaian dan keamanan.

"Bila PBB direformasi dan DK juga direformasi bukannya tidak mungkin Indonesia dilihat oleh dunia sebagai negara yang layak menjadi anggota tetap DK PBB," pungkasnya. .

Sebelumnya, Indonesia terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk periode 2019-2020 melalui pemungutan suara (voting) di Majelis Umum PBB.

Indonesia memenangi kursi DK PBB untuk grup kawasan Asia-Pasifik melalui proses pemilihan di Majelis Umum PBB yang berlangsung di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat pada Jumat pagi (8/6/2018) waktu setempat.

--- Redem Kono

Komentar