Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

POLITIK Teruskan Kebohongan Sarumpaet, Prabowo: Saya Minta Maaf Tapi Tidak Merasa Berbuat Salah 04 Oct 2018 08:29

Article image
Capres Prabowo Subianto mengadakan konferensi pers menyikapi pengakuan Ratna Sarumpaet. (Foto: Ist)
Prabowo mengaku terburu-buru sehingga turut menyebarkan kebohongan Ratna. Dia pun beralasan tim yang dibentuknya itu baru.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Calon Presiden Republik Indonesia nomor urut 02 Prabowo Subianto meminta maaf kepada publik karena meneruskan kebohongan Ratna Sarumpaet.

Kita berpikir positif, saya bersyukur (penganiayaan pada Ratna) tidak terjadi dan saya di depan rakyat Indonesia saya minta maaf," ucap Prabowo di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (3/10/2018).

Diketahui bahwa aktivis Ratna Sarumpaet yang juga juru kampanye nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengaku berbohong atas kabar penganiayaan yang beredar. Menurutnya, lebam di wajahnya bukan karena dikeroyok, tapi murni akibat menjalani operasi plastik.

Namun meskipun minta maaf karena telah meneruskan kebohongan Ratna Sarumpaet, Prabowo merasa tidak bersalah.

"Tapi saya tidak merasa saya berbuat salah," imbuh Prabowo.

Prabowo mengaku terburu-buru sehingga turut menyebarkan kebohongan Ratna. Dia pun beralasan tim yang dibentuknya itu baru.

"Bahwa saya akui, bahwa saya agak grasa-grusu (terburu-buru). Tapi itu ya sudah namanya kita baru belajar, tim saya ini baru. Tapi tidak ada alasan, kita kalau salah, kita akui salah," ucap Prabowo.

Sebelum Sarumpaet mengaku berbohong, calon presiden (capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto memberikan tanggapan mengenai dugaan kasus kekerasan aktivis Ratna Sarumpaet oleh sekelompok orang tak dikenal, di sekitar Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat pada Jumat (21/9/2018). Tanggapan Prabowo diberikan setelah sebelumnya bertemu secara khusus dengan Ratna di suatu tempat yang dirahasiakan. 

Seusai pertemuan dengan Ratna Sarumpaet, Prabowo mengaku kaget dan kecewa atas kejadian yang menimpanya. Ketum Gerindra juga menyebut tindakan penganiayaan itu adalah sebuah aksi pengecut karena mengeroyok wanita berusia 70 tahun.

"Perempuan berusia 70 tahun yang berjuang untuk orang miskin, yang berjuang untuk keadilan, demokrasi, dan sikap, ini adalah sebuah ancaman yang sangat serius terhadap demokrasi," kata Prabowo.

--- Redem Kono

Komentar