Breaking News

POLITIK TGB: Pilpres 2019 Tidak Boleh Menjauhkan Sesama Anak Bangsa 11 Mar 2019 22:10

Article image
Presiden RI Joko Widodo dan Tuanku Guru Bajang. (Foto: Ist)
Indonesia merupakan bangsa yang besar dengan keragamannya yang harus dijaga, dan jangan sampai terjadi perpecahan yang dapat merugikan seluruh bangsa.

BOGOR, IndonesiaSatu.co -- Mantan Gubernur Nusa Tenggara Timur Zainul Majdi atau dikenal dengan Tuan Guru Bajang (TGB) menyatakan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 jangan menimbulkan dampak buruk seperti menjauhkan sesama anak bangsa Indonesia hanya karena perbedaan pilihan calon pemimpin.

"Tidak boleh menjauhkan kita sebagai sesama anak bangsa, itu benang merahnya," kata TGB usai Dialog Keumatan dan Kebangsaan dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia di IPC Corporate University Bogor, Jawa Barat, Senin (11/3/2019).

Indonesia merupakan bangsa yang besar dengan keragamannya yang harus dijaga, dan jangan sampai terjadi perpecahan yang dapat merugikan seluruh bangsa Indonesia.

"Ini (negara Indonesia) menjadi wadah menyatukan kita selama ini, semangat keberagamaan, kebangsaan," kata TGB yang juga menjabat sebagai Koordinator Bidang Keumatan DPP Golkar.

Ia mengungkapkan, banyak bangsa lain yang negaranya sebagai wadah sudah rusak, akibatnya seluruh daya pembangunan ikut hancur. Hal seperti itu jangan sampai terjadi di  Indonesia.

TGB mengajak mahasiswa untuk berkolaborasi, bersama membangun bangsa Indonesia dalam bingkai kebinekaan.

"Kita boleh berbeda pandangan, tapi kita harus membangun kolaborasi jangan sampai perbedaan pandangan itu menjauhkan," katanya.

Selain itu, TGB juga mengajak mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat untuk selalu hati-hati dan tidak mudah teperdaya segala paham yang dapat mengancam keutuhan bangsa.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak saling tuduh tentang hal yang negatif, jika ada pelanggaran hukum sebaiknya dilaporkan kepada pihak berwajib.

"Masyarakat sipil perlu mengawasi, kalau ada bukti silakan laporkan ke Bawaslu, atau penegak hukum, kita hentikan tuding menuding," pungkasnya.

--- Redem Kono

Komentar