Breaking News

MEGAPOLITAN Tiap Malam Yasinan Agar Anies Menang, Sekarang Warga Sunter Digusur 18 Nov 2019 14:52

Article image
Warga Jalan Agung Perkasa VIII, Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara kecewa terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: Republika)
Seorang korban penggusuran menganggap apa yang dilakukan oleh Pemda DKI Jakarta terhadap mereka bagaikan perlakuan terhadap binatang.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Warga Jalan Agung Perkasa VIII, Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara blak-blakan mengungkapkan kekecewaan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Bagaimana tidak? Orang yang pada saat kampanye lalu berjanji tidak akan melakukan penggusuran bila terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta malah sekarang mengingkari janjinya.

Warga hanya bisa meratapi rumah dan gubuk menjadi tempat berlindung dari hujan dan panas sudah rata dengan tanah. Padahal pada kampanye Pilgub lalu, mereka menggebunya melakukan Yasinan atau ritual membaca Surat Yasin secara bersamaan-sama demi mendoakan kemenangan Anies yang saat itu berpasangan dengan Sandiaga Uno.

Mereka merasa kecewa dengan Pemerintahan Daerah DKI Jakarta yang menggusur tempat tinggal mereka. Terlebih lagi, Pemda DKI Jakarta tidak memberikan solusi pasca penggusuran tersebut.

Seorang korban penggusuran seperti dilaporkan merdeka.com menganggap apa yang dilakukan oleh Pemda DKI Jakarta terhadap mereka bagaikan perlakuan terhadap binatang. Pasalnya mereka ditelantarkan dan diusir tanpa solusi sama sekali.

"Kami kaya binatang saja pak. Sudah dihancurkan (tempat) tinggal kami. Enggak ada relokasi," kata Mochamad Hasan Basri salah satu warga di lokasi, Minggu (17/11/2019).

Hal serupa dirasakan oleh Hendra yang juga merupakan salah satu korban penggusuran. Hendra merasa Gubernur Jakarta, Anies Baswedan tidak mempedulikan ia dan korban penggusuran lainnya.

 

Yasinan Tiap Hari Agar Anies Menang

Hendra, warga Jalan Agung Perkasa VIII menuturkan, mereka secara serempak memberikan dukungannya kepada Anies saat Pilgub Jakarta lalu. Bahkan saking menggebunya, mereka melakukan Yasinan atau ritual membaca Surat Yasin secara bersamaan-sama demi mendoakan kemenangan Anies yang saat itu berpasangan dengan Sandiaga Uno.

"Di sini Yasinan tiap malam mas. Bahkan air (minum) saja kita patungan," kata Hendra.

Dukungan mereka didasarkan atas instruksi para kiyai di Madura yang meminta mereka untuk menambatkan dukungannya kepada Anies dan Sandi. Pasalnya Anies merupakan salah satu santri kiyai di Madura.

"Dari Madura menginstruksikan pilih Anies. Karen ini masih santrinya kiyai suku kita (Madura). Anak-anak takut juga sama kiyai sendiri," ungkap dia.

"Ya kita disuruh begitu sama kiyai kita ya ngikutin namanya guru ngaji kita," lanjutnya.

Selama masa kampanye, Anies sendiri belum pernah mengunjungi mereka. Namun sebagai jemaah yang taat terhadap kiyai mereka di Madura, maka mereka tetap kukuh memilih Anies saat Pilgub lalu.

Diketahui, warga korban penggusuran di Jalan Agung Perkasa VIII, Sunter sebagian besar merupakan suku Madura. Mereka mengaku telah menempati daerah itu sejak tahun 1985-an.

--- Simon Leya

Komentar