Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

REGIONAL Tiba di Asmat, Presiden Jokowi Dianugerahi Nama dan Gelar Adat 12 Apr 2018 22:19

Article image
Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara menaiki motor listrik saat blusukan di jalanan Kota Agats, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua (Foto: Kompas.com)
“Bapak, dayung ini kami berikan untuk Bapak mendayung perahu republik, memimpin kami, agar tidak melenceng dari tujuan Negara. Kami sudah menderita. Tapi kami percaya panglima perang kami akan memimpin kami ke masa depan yang lebih baik,” kata tetua adat

ASMAT,IndonesiaSatu.co-- Presiden Joko Widodo (Jokowi) tiba di Kota Agats, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua, Kamis (12/4/18) siang.

Presiden Jokowi tercatat sebagai Presiden Republik Indonesia pertama yang menginjak tanah Asmat. Didampingi Ibu Negara, Iriana beserta rombongan, Presiden Jokowi yang mengenakan kemeja putih lengan tiba di Pelabuhan Agats dengan menggunakan helikopter milik TNI Angkatan Darat.

Menurut rencana, Kepala Negara akan menghadiri sejumlah acara di kabupaten yang baru saja diserang kejadian luar biasa campak dan gizi buruk itu. Diagendakan, Jokowi dan Iriana akan menemui ibu-ibu dan anak-anak di Gedung Serba Guna Widya Mandala serta meminta masukan masyarakat terkait peningkatan kualitas hidup di sana.

Selain itu, Jokowi dan rombongan akan meninjau salah satu proyek infrastruktur di Agats berupa instalasi penampungan air bersih dan jembatan. Jokowi juga dijadwalkan mengunjungi salah satu museum di Agats serta direncanakan mengunjungi salah satu pasar tradisional yang baru dibangun pemerintah. Adapun agenda kunjungan Presiden beserta rombongan yakni dengan mengendarai sepeda motor listrik sebagai moda transportasi utama di kabupaten tersebut.

Nama dan gelar Adat

Dalam kunjungannya tersebut, Presiden Joko Widodo dianugerahi nama adat beserta gelarnya oleh masyarakat Kabupaten Asmat, Papua. Nama adat untuk Presiden Jokowi, yakni Kambepit. Adapun gelar untuk Kepala Negara yakni panglima perang Asmat.

Penganugerahan nama adat dan gelar tersebut dilaksanakan usai Jokowi turun dari helikopter dan menginjak tanah Asmat untuk pertama kalinya di Pelabuhan Agats, Kamis (12/4/18).

“Selamat datang. Hari ini masyarakat adat Asmat memberikan nama, Kambepit dengan gelar panglima perang adat Asmat,” ujar salah seorang tetua adat sebagaimana dilansir Kompas.com.

Adapun nama Kambepit diambil dari nama salah satu panglima perang Suku Asmat zaman dahulu. Tak hanya dikenal pandai berperang, Kambepit juga merupakan tokoh adat pembawa perubahan bagi masyarakat Asmat. Seiring dengan itu, para tetua adat menyerahkan dayung kepada Presiden Jokowi.

“Bapak, dayung ini kami berikan untuk Bapak mendayung perahu republik, memimpin kami, agar tidak melenceng dari tujuan Negara. Kami sudah menderita. Tapi kami percaya panglima perang kami akan memimpin kami ke masa depan yang lebih baik,” lanjut tetua adat itu.

Selain dayung, tetua adat juga menyerahkan sebuah noken kepada Presiden. Salah seorang tetua berdiri di hadapan Jokowi, kemudian mengalungkan sebuah noken di lehernya. Prosesi pemberian nama adat beserta gelar kepada Jokowi itu sekaligus sebagai acara pembuka kegiatan Kepala Negara di Kabupaten Asmat.

--- Guche Montero

Komentar