Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

NASIONAL Jokowi Pilih Ma'ruf Amin, Mahfud MD: Utamakan Keselamatan Negara 10 Aug 2018 06:25

Article image
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD. (Foto: Ist)
Mahfud sudah bertemu langsung dengan Presiden Jokowi di istana pada malam tersebut setelah pengumuman pasangan cawapres Jokowi.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Meskipun tidak dipilih oleh Joko Widodo (Jokowi) sebagai cawapres pada Pilpres 2019, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mohammad Mahfud MD mengaku kaget, tetapi tidak kecewa meski batal menjadi calon wakil presiden berpasangan dengan Jokowi.

"Ya menurut saya itu sudah pilihan Pak Jokowi dengan wewenangnya dengan pertimbangan politik yang matang sesuai dengan konfigurasinya. Saya tidak kecewa, tapi kaget saja karena sudah diminta mempersiapkan diri bahkan sudah agak detail," kata Mahfud di Jakarta, Kamis (9/8/2018).

Jokowi memutuskan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Prof Dr KH Ma'ruf Amin sebagai cawapres untuk Pemilihan Presiden 2019.

Padahal Mahfud sudah mengurus surat keterangan tidak pernah sebagai terpidana untuk keperluan pencalonan sebagai pejabat negara di Pengadilan Negeri Sleman, Yogyakarta.

"Tapi tidak apa-apa, dalam politik itu biasa, itu tidak apa-apa, kita harus mengutamakan keselamatan negara ini daripada sekadar nama Mahfud MD dan Ma'ruf Mmin atau nama siapa," tambah Mahfud.

Mahfud sudah bertemu langsung dengan Presiden Jokowi di istana pada malam tersebut setelah pengumuman pasangan cawapres Jokowi.

"Jadi, kita terima keputusan, prosesnya sangat konstitusional, ya kita dukung negara ini harus tetap berjalan," ungkap Mahfud.

Deklarasi pasangan capres-cawaprese Jokowi dan KH Ma'ruf Amin dilaksanakan di Restoran Plataran Jakarta yang dihadiri oleh Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Airlangga Hartarto, dan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy.

Selanjutnya Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar dan Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Oesman Sapta Odang, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie, Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo dan Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Diaz Hendropriyono.

--- Redem Kono

Komentar