Breaking News

REGIONAL Tidak Searah Larangan Presiden Jokowi, Papua Terapkan Lockdown 28 Mar 2020 23:30

Article image
Gubernur Papua, Lukas Enembe saat mengeluarkan kebijakan Lockdown terkait Pencegahan Covid-19 di Papua. (Foto: Kompas.com)
Selain menyerukan warga untuk tinggal di rumah dan mempraktikkan social distancing, otorita berwenang juga menutup seluruh bandara, pelabuhan dan pos lintas batas darat.

PAPUA, IndonesiaSatu.co-- Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) sudah tegas melarang pemerintah daerah menerapkan kebijakan Lockdown guna mencegah penyebaran Corona Desease (Covid-19).

Meski demikian, masih saja ada daerah yang memutuskan melakukan lockdown seperti yang dilakukan Papua. 

Dilansir Kompas.com, pemerintah Provinsi Papua, Selasa (24/3/20) mengambil sejumlah keputusan strategis untuk mencegah perebakan virus corona di wilayah tersebut.

Selain menyerukan warga untuk tinggal di rumah dan mempraktikkan social distancing, otorita berwenang juga menutup seluruh bandara, pelabuhan dan pos lintas batas darat.

Hal ini diputuskan dalam pertemuan bersama yang dilakukan Gubernur Papua, Lukas Enembe bersama seluruh Walikota dan Bupati di Gedung Negara Dok IV, Jayapura.

"Menutup penerbangan dan pelayanan kapal penumpang di pintu-pintu masuk wilayah Papua yaitu bandar udara, pelabuhan dan Pos Lintas Batas Darat Negara (PLBN),” demikian petikan pernyataan tertulis tentang serangkaian keputusan yang diambil dalam pertemuan itu.

Diputuskan pula, untuk membatasi masuknya Warga Negara Asing (WNA) dan membatasi pergerakan penduduk secara tegas dan konkrit.

“Tim Pengamanan dan Hukum Satgas Covid-19 Provinsi Papua dan Satgas/Gugus Tugas Kabupaten/Kota yang didukung TNI/Polri akan melakukan penertiban aktivitas masyarakat dan mengambil langkah-langkah tegas untuk mendisiplinkan masyarakat agar mentaati semua imbauan pemerintah. Apabila diperlukan dapat disertai tindakan pembubaran,” tegas pernyataan itu.

Ditegaskan pula bahwa warga hanya diperkenankan memenuhi kebutuhan pokok dan melakukan aktivitas penting lain yakni antara jam 6 pagi hingga jam 2 siang.

“Khusus pasar mama-mama Papua, mulai jam 4 sore hingga jam 8 malam.”

Cegah Potensi Penularan dari PDP

Diberitakan, hingga Selasa (24/3), sudah tiga pasien di Papua yang positif terjangkit Virus Corona. Pasien ketiga yang dinyatakan positif Covid-19 yakni lelaki berusia 51 tahun dan baru tiba di Merauke setelah kembali dari Jakarta.

"Awalnya mengeluh demam, batuk, dan sesak napas yang saat dirotgen terindikasi pheonomia, sehingga langsung ditangani," ujar Plt. Kadinkes Merauke, dr. Muskita Nevile.

Setelah diperiksa lebih lanjut, pasien yang berprofesi sebagai ASN itu dinyatakan positif terjangkit Corona.

Selain merawat tiga pasien positif Covid-19, RSUD Merauke juga merawat empat Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Sedikitnya, terdapat 14 warga Papua berada dalam pengawasan terkait perebakan virus Corona di tiga daerah yakni Lapago, Meepago dan Animha. Oleh karena itu akan dilakukan penghentian gerakan penduduk lokal Papua dari ketiga wilayah dimaksud.

Pembatasan gerakan warga lokal secara menyeluruh akan dilakukan jika terjadi peningkatan PDP dan pasien positif yang signifikan.

Pemerintah Provinsi Papua telah menetapkan RSUD Dok 2 Jayapura sebagai Rumah Sakit khusus penanganan Virus Corona dan akan mempersiapkan rumah sakit darurat lain yang dilengkapi fasilitas utama dan penunjang.

Mereka juga siap merekrut tenaga kesehatan dan sukarelawan, serta memanfaatkan sarana umum lainnya.

Secara khusus, pemerintah propinsi Papua juga mendorong petugas kesehatan melakukan 3T (Trace, Track dan Treat-lacak, periksa dan beri pengobatan) khususnya di daerah yang terpapar, serta menjamin akses pengiriman logistik, sampel darah dan kebutuhan medis lain untuk menangani wabah pandemik Corona tersebut.

Perluasan pembatasan sosial yang diputuskan itu akan diberlakukan sejak 26 Maret hingga 9 April mendatang.

--- Guche Montero

Komentar