Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

INFRASTRUKTUR Tiga Aspek Paradigma Baru Pembiayaan Infrastruktur Versi Bank Indonesia 09 Oct 2018 12:25

Article image
Gubernur BI Perry Warjiyo berbicara dalam Investor Forum di Nusa Dua, Selasa (9/10/2018). (Foto: Dok. BI)
Ketiga aspek tersebut adalah pergeseran dari pembiayaan Pemerintah ke pembiayaan swasta. Kedua, proyek infrastruktur sebagai sebuah kelas aset (class asset). Ketiga, basis investor yang luas.

NUSA DUA, IndonesiaSatu.co -- Dalam pembiayaan infrastruktur, terdapat tiga aspek paradigma baru. Demikian disampaikan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dalam Forum Investasi Indonesia 2018, hari ini (09/10) di Bali.

Ketiga aspek tersebut adalah pergeseran dari pembiayaan Pemerintah ke pembiayaan swasta. Kedua, proyek infrastruktur sebagai sebuah kelas aset (class asset). Ketiga, basis investor yang luas, baik dari institusi maupun retail.

Menurut Gubernur Bank Indonesia, terdapat beberapa keuntungan pembiayaan infrastruktur melalui peran swasta.

"Pertama, mempercepat pembangunan infrastruktur seperti airport, seaport, dan tol laut. Hal tersebut akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi jangka menengah-panjang. Kedua, memperbaiki defisit transaksi berjalan, mengingat pembiayaan swasta datang tak hanya dari dalam negeri namun juga oleh asing. Ketiga, memperluas kesempatan investor domestik maupun asing untuk berpartisipasi dalam pembiayaan infrastruktur," kata Perry.

Mengingat pentingnya peran swasta dalam pembangunan infrastruktur, otoritas terkait perlu mendorong minat investor swasta. Caranya dengan mengupayakan agar sekuritas, obligasi, saham, dan instrumen lainnya menarik dari sisi komersial. Selain itu, stabilitas ekonomi Indonesia harus selalu terjaga, untuk meyakinkan investor bahwa ekonomi Indonesia tak hanya potensial namun juga stabil.

"Tak ketinggalan, manajemen risiko pun harus dijaga, baik dari sisi nilai tukar, suku bunga, maupun likuiditas. Dalam seluruh aspek tersebut, Bank Indonesia terus berkoordinasi dengan Pemerintah dan lembaga terkait lainnya, agar investasi swasta dapat terus ditingkatkan," imbuhnya.

Forum Investasi Indonesia 2018 yang dilaksanakan hari ini merupakan salah satu dari sekian banyak kegiatan terkait investasi infrastruktur dalam rangkaian Pertemuan IMF-Bank Dunia 2018.

Inisiator berbagai kegiatan tersebut tak hanya otoritas namun juga lembaga keuangan dan pihak swasta lainnya. Hal tersebut merupakan bukti nyata bahwa manfaat pembangunan dan pembiayaan infrastruktur oleh swasta sangat besar dan dirasakan oleh seluruh pihak.

--- Sandy Romualdus

Komentar