Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

INTERNASIONAL Tiga Pejabat Filipina Tewas Ditembak dalam Sepekan, Polisi Tolak Pengamanan Khusus 10 Jul 2018 11:39

Article image
Sejumlah polisi Filipina dalam razia pasca insiden pembunuhan di wilayah selatan Filipina. (Foto: philstar.com)
Kepala PNP Oscar Albayalde mengatakan, rentetan pembunuhan tersebut belum tentu saling berkaitan dan mungkin terjadi karena motif pribadi yang berbeda-beda.

MANILA, IndonesiaSatu.co -- Otoritas Kepolisian Nasional Filipina (PNP) menolak desakan berbagai pihak untuk menyediakan tambahan personel untuk memperkuat pengamanan khusus bagi para pejabat terpilih. Hal tersebut dikemukakan menyusul insiden pembunuhan terhadap tiga wali kota dan wakil wali kota yang terjadi dalam satu pekan terakhir.

Seperti dilansir situs berita philstar.com, Selasa (10/7/2018), Kepala PNP Oscar Albayalde mengatakan, rentetan pembunuhan tersebut belum tentu saling berkaitan dan mungkin terjadi karena motif pribadi yang berbeda-beda.

"Tidak ada yang perlu ditakutkan karena insiden pembunuhan ini tidak sistematis. Kami tidak melihat adanya pola tertentu yang mengancam semua (pejabat)," ujar Albayalde seperti dikutip dari philstar.com, Selasa (10/7/2018).

Ia menambahkan, kepolisian akan kehabisan sumber daya jika tambahan pengamanan harus dilakukan bagi semua pejabat.

Sebelumnya, juru bicara PNP Benigno Duran mengatakan kepada Radyo Inquirer bahwa kemungkinan berbagai pembunuhan ini terkait dengan masalah politik.

Insiden pembunuhan pertama terhadap pejabat politik Filipina terjadi pada Senin pekan lalu, ketika Wali Kota Tanauan City Antonio Halili ditembak mati saat upacara pengibaran bendera.

Hanya satu hari berselang, Selasa (3/7/2018), Wali Kota General Tinio, Ferdinand Bote, di wilayah Nueva Ecija tewas di mobilnya setelah diberondong 18 tembakan.

Peristiwa penembakan ketiga terjadi pada pada Sabtu (7/7/2018) dan menyebabkan Wakil Wali Kota Trece Martires Alexander Cruz Lubigan tewas.

--- Rikard Mosa Dhae