Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

INTERNASIONAL Tiga Pejabat Filipina Tewas Ditembak dalam Sepekan, Polisi Tolak Pengamanan Khusus 10 Jul 2018 11:39

Article image
Sejumlah polisi Filipina dalam razia pasca insiden pembunuhan di wilayah selatan Filipina. (Foto: philstar.com)
Kepala PNP Oscar Albayalde mengatakan, rentetan pembunuhan tersebut belum tentu saling berkaitan dan mungkin terjadi karena motif pribadi yang berbeda-beda.

MANILA, IndonesiaSatu.co -- Otoritas Kepolisian Nasional Filipina (PNP) menolak desakan berbagai pihak untuk menyediakan tambahan personel untuk memperkuat pengamanan khusus bagi para pejabat terpilih. Hal tersebut dikemukakan menyusul insiden pembunuhan terhadap tiga wali kota dan wakil wali kota yang terjadi dalam satu pekan terakhir.

Seperti dilansir situs berita philstar.com, Selasa (10/7/2018), Kepala PNP Oscar Albayalde mengatakan, rentetan pembunuhan tersebut belum tentu saling berkaitan dan mungkin terjadi karena motif pribadi yang berbeda-beda.

"Tidak ada yang perlu ditakutkan karena insiden pembunuhan ini tidak sistematis. Kami tidak melihat adanya pola tertentu yang mengancam semua (pejabat)," ujar Albayalde seperti dikutip dari philstar.com, Selasa (10/7/2018).

Ia menambahkan, kepolisian akan kehabisan sumber daya jika tambahan pengamanan harus dilakukan bagi semua pejabat.

Sebelumnya, juru bicara PNP Benigno Duran mengatakan kepada Radyo Inquirer bahwa kemungkinan berbagai pembunuhan ini terkait dengan masalah politik.

Insiden pembunuhan pertama terhadap pejabat politik Filipina terjadi pada Senin pekan lalu, ketika Wali Kota Tanauan City Antonio Halili ditembak mati saat upacara pengibaran bendera.

Hanya satu hari berselang, Selasa (3/7/2018), Wali Kota General Tinio, Ferdinand Bote, di wilayah Nueva Ecija tewas di mobilnya setelah diberondong 18 tembakan.

Peristiwa penembakan ketiga terjadi pada pada Sabtu (7/7/2018) dan menyebabkan Wakil Wali Kota Trece Martires Alexander Cruz Lubigan tewas.

--- Rikard Mosa Dhae