Breaking News
  • Banjir landa 21 kelurahan di Tebing Tinggi
  • Imigrasi Ngurah Rai beri "exit pass" seminggu bagi wisman
  • Jokowi: Kawasan GBK Harus Jadi Ruang Publik Bagi Masyarakat
  • PVMBG: gas SO2 Gunung Agung menurun
  • Sebanyak 50 ton ikan Danau Maninjau mati

PERDAGANGAN Tiga Tahun Jokowi JK, Ekspor Meningkat 17 Persen 22 Nov 2017 13:29

Article image
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Ist)
Sementara investasi selama kuartal ketiga yang tumbuh 7,1 persen ditambah dengan persepsi risiko investasi di Indonesia yang membaik diharapkan bisa mendorong makin banyak modal yang ditanamkan.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Pertumbuhan dari sisi investasi dan ekspor meningkat selama tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK. Pertumbuhan paling fenomenal dicatat oleh sisi ekspor yakni meningkat 17 persen.

Pernyataan ini disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam diskusi Sri Mulyani di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu,( 22/11/2017).

"Bahkan ekspor meningkat 17 persen itu fenomenal dibanding sebelumnya," ungkap Sri Mulyani.

Sri Mulyani menjelaskan pada kuartal ketiga tahun ini pertumbuhan ekspor ditunjang dengan membaiknya kondisi eksternal belakangan ini. Ekspor tumbuh 17,3 persen atau melampaui impor yang naik 15,1 persen. 

Sementara investasi selama kuartal ketiga yang tumbuh 7,1 persen ditambah dengan persepsi risiko investasi di Indonesia yang membaik diharapkan bisa mendorong makin banyak modal yang ditanamkan. Saat ini Indonesia sudah meraih investment grade dari tiga rating agency. 

"Kita berharap akan terus menerus meningkat," ujarnya.

Selanjutnya hal-hal yang disebut itu menyokong indeks bersaing Indonesia naik lima peringkat dari 41 ke 36. Begitu pula dengan peringkat kemudahan berbisnis Indonesia yang naik dalam dua tahun terakhir menuju peringkat 72.

"Dan sekarang kita mikir siapa di depan kita dan siapa yang kita lewati,"ujarnya.

Mulai pulihnya investasi dan disertai impor bahan baku dan bahan modal, Sri Mulyani menilai denyut investasi juga mulai muncul dan perlu dijaga oleh pemerintah.

"Indikator menunjukkan fokus pemerintah memperbaiki iklim investasi menunjukkan adanya konfirmasi bahwa ada apresiasi positif," katanya.

Menurut Sri Mulyani, ekspor dan investasi ini merupakan faktor terpenting dan membedakan dalam pertumbuhan ekonomi yang muncul pada kuartal ketiga tahun ini. Sepanjang kuartal ketiga itu, ekonomi tercatat tumbuh 5,06 persen year on year. 

"Kami melihat ada dua faktor yang sangat berbeda sekali track-nya dibanding dengan kuartal-kuartal sebelumnya, yaitu investasi dan ekspor," pungkasnya.

--- Redem Kono

Komentar